WARGA Kelurahan Pemurus Dalam, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menangkap Agustian Noor (AN), karena diduga menjadi pelaku penyebar selebaran hoaks menjelang pemungutan suara ulang pemilihan gubernur.

Dalam beberapa hari terakhir beredar selebaran yang menyoal tentang korupsi proyek pembangunan makam Datu Kelampayan di Kabupaten Banjar dengan investasi senilai Rp80 miliar.

Agustian adalah warga Jl Bumi Mas Raya Km 4,5, Komplek Bumi

Handayani VI RT 31 Nomor 25, Banjarmasin. Ia bekerja di sebuah warung makan sebagai pengantar pesanan ketupat kandangan.

Saat ditangkap warga, Agustian mengaku dibayar Rp400 ribu oleh seseorang bernama Arsyad yang dia kenal sebagai Tim Pemenangan salah satu calon gubernur.

“Ulun (saya) memang menyebarkan selebaran Datu Kelampayan pada Jumat subuh seperti yang terekam di CCTV dan viral,” akunya.

Warga kemudian menyerahkan Agustian ke Poltabes Banjarmasin. Polisi mendapatkan pengakuan, pelaku juga menyebar selebaran berisi kabar bohong itu di masjid, pasar dan perumahan. Agustian juga mengaku menyesal telah menyebarkan kabar bohong.

Sebelumnya, Ilham Nor, Sekretaris Partai Gerindra Kalsel yang juga tim pemenangan Paslon Gubernur Denny Indrayana-Difriadi Darjat menegaskan bahwa tim H2D tidak pernah menyebar selebaran hoaks tentang proyek senilai Rp80 miliar itu.

“H2D tidak pernah terpikirkan untuk menyebar hal-hal yang berbau fitnah. Menebar hoaks justru akan menurunkan elektabilitas Denny-Difri,” tegasnya.

Ilham pun balik menuding bisa jadi Tim Birinmu-lah pembuat dan

penyebar selebaran hoaks tersebut sebagai sesuatu yang memang sengaja

diciptakan oleh lawan politik

Terkait selebaran hoaks, Safrudin warga Banjarmasin telah melapor ke Bawaslu Kalsel dan Polda Kalsel. Penyebaran kabar bohong dinilai telah

membuat resah masyarakat menjelang PSU Pilgub Kalsel pada Rabu 9 Juni. (N-2)






Sumber Berita

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *