MENJAWAB tatangan permasalahan lingkungan, Universitas Gadjah Mada pada 2021 membuka program studi baru terkait dengan lingkungan yakni Teknik Infrastruktur Lingkungan (TIL). Lulusan Prodi TIL ini nantinya  diharapkan menjadi Sumber Daya Manusia unggul di bidang Infrastruktur Lingkungan.

“Sebab permasalahan lingkungan terbesar saat ini tidak hanya soal limbah namun diperparah dengan adanya krisis perubahan iklim dengan adanya krisis air bersih, bencana banjir, pencemaran badan air akibat berbagai polutan seperti limbah pertanian yang mengakibatkan algae bloom dan limbah domestik dari rumah tangga, penanganan sampah, pencemaran tanah dan pencemaran udara yang setiap tahunnya dapat menimbulkan korban jiwa maupun kerugian ekonomi,” kata Ketua Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada Prof. Faisal Fathani di Yogyakarta, Kamis (3/6).

Melalui pembukaan prodi baru ini, imbuh Faisal, lulusan dengan keilmuan yang dimiliki diharapkan mampu menjaga kebijakan pembangunan lingkungan tetap berkelanjutan melalui pembangunan infrastruktur yang fokus pada penataan ruang terbuka hijau dan menjaga proses-proses alami untuk purifikasi, pengendalian banjir dan konservasi sumber daya air.

Dikatakan, prodi baru ini berada Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Fakutas Teknik namun memiliki ciri khas keilmuan bidang ilmu infrastruktur sipil untuk mengatasi permasalahan lingkungan seperti pencemaran air, udara, tanah dan infrastruktur untuk meningkatkan kualitas lingkungan.

“Nantinya pembangunan infrastruktur dan penerapan teknologi yang diajarkan pada Program Studi TIL lebih menekankan pada nilai-nilai kearifan lokal,” ucap Faisal.

Ia menyebutkan Kurikulum Prodi TIL memiliki beban minimal 144 sks yang ditempuh dalam 8 semester. Bidang kajian dalam Kurikulum TIL terdiri dari 10 bidang yaitu sains dasar, nilai ke-UGM-an, Teori Dasar TIL, Perencanaan dan Perancangan, Sistem Sanitasi Lingkungan, Pemodelan, Infrastruktur sipil lingkungan, kearifan lokal dan isu global, keilmuan lintas prodi, penelitian.

Baca juga: Alat EWS UGM Deteksi Gempa Toli-Toli 3 Hari Sebelum Kejadian

Selanjutnya, prodi ini didukung oleh 59 dosen tetap yang memiliki kualifikasi Profesor dan Doktor. Tujuh dosen di antaranya memiliki keahlian khusus di bidang infrastruktur pengendalian pencemaran dan perbaikan kualitas lingkungan dan 52 dosen lain dari berbagai bidang ilmu dari Teknik Sipil, kimia, geografi, mesin, elektro, geologi, geodesi, hingga Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Bahkan proses pembelajaran didukung oleh semua fasilitas pembelajaran dan kemahasiswaan yang telah tersedia di Departemen Teknik Sipil dan  Lingkungan UGM yaitu laboratorium indoor, laboratorium lapangan Kuningan, perpustakaan, co-working space, gedung KMTSL, dan cafetaria. Tidak hanya itu, kurikulum juga sudah mengakomodasi skema-skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dengan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk belajar keilmuan lintas prodi dalam berbagai bentuk pembelajaran (magang, pertukaran pelajar, kewiraswastaan, penelitian dan proyek kemanusiaan) untuk memperkuat penguasaan ilmu infrastruktur lingkungan.

“Kita juga telah menjaring kerja sama untuk mendukung pelaksanaan konsep MBKM bagi program studi sarjana dengan berbagai perguruan tinggi di dalam dan luar negeri, BUMN Karya, BUMD, Kementerian PUPR dan berbagai instansi penelitian. Selain itu, terdapat tawaran beasiswa bagi mahasiswa program studi sarjana yang berasal dari pemerintah dan UGM,” paparnya.

Faisal Fathani mengatakan prospek lulusan Program Studi TIL dapat menjadi tenaga ahli di bidang pengendalian pencemaran lingkungan, konsultan, kontraktor, peneliti, guru atau dosen, pegawai pemerintah di perusahaan instansi swasta atau pemerintah terutama di Kementerian PUPR dan KLHK, LSM dalam bidang lingkungan, LIPI.

Menurutnya, dari hasil observasi internal tim pendiri Prodi TIL diketahui kebutuhan akan tenaga kerja dalam bidang infrastruktur lingkungan sampai tahun 2030 adalah sebesar 7.020 lulusan dimana dengan keberadaan jumlah program studi lain yang memiliki muatan keilmuan hampir sama pada saat ini, maka kebutuhan SDM diatas hanya dapat terpenuhi sebesar 21% nya saja.

“Prospek kerja lulusan TIL untuk mengisi gap kebutuhan jumlah SDM dalam bidang ini masih sangat besar. Pendirian prodi ini diharapkan dapat melahirkan SDM yang dapat membantu pemerintah dalam mencapai target SDGs sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. UGM memiliki komitmen untuk turut serta dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan, salah satunya melalui dibukanya prodi ini,” tukasnya.(OL-5)






Sumber Berita

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *