MANTAN Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Selasa (15/6), dikabarkan akan mengunjungi perbatasan AS dengan Meksiko dalam upaya menjustifikasi kebijakan kerasnya terhadap para imigran. Trump memandang kebijakannya lebib baik ketimbang kebijakan Presiden AS Joe Biden yang lebih manusiawi.

Dalam sebuah pernyataan, Trump menyatakan akan bergabung dengan Gubernur Texas Greg Abbott untuk mengunjungi “Perbatasan selatan negara kita yang hancur” pada 30 Juni mendatang.

“Pemerintahan Biden mewarisi perbatasan terkuat, teraman, dan yang paling aman dalam sejarah AS dari saya. Akan tetapi, hanya dalam beberapa minggu, mereka mengubahnya menjadi satu-satunya krisis perbatasan terburuk dalam sejarah AS,” ujar Trump.

Baca juga: Meksiko Tawarkan AS Rencana untuk Buka Kembali Perbatasan

“Kita berubah dari memiliki keamanan perbatasan yang membuat iri dunia menjadi perbatasan tanpa hukum yang sekarang dikasihani seluruh dunia,” lanjutnya.

Trump memanfaatan data yang menunjukkan bahwa pemerintahan Biden, yang menjanjikan pendekatan yang lebih manusiawi terhadap para imigran yang melarikan diri dari kemiskinan dan kekerasan di Amerika Tengah, telah berjuang menangkis ratusan ribu orang yang mencoba melintasi perbatasan dalam beberapa bulan terakhir.

Sejak Maret hingga Mei, sudah lebih dari 530.000 orang ditangkap dan dikembalikan ke Meksiko setelah mencoba menyeberang perbatasan tanpa surat resmi, menurut Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS.

Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi mengenai seberapa banyak imigran yang berhasil lolos dan masuk ke perbatasan, tetapi banyaknya upaya menunjukkan tingginya tingkat keberhasilan penyeberangan, kata petugas CBP.

Partai Republik berusaha merusak popularitas Biden dengan menyoroti apa yang mereka sebut sebagai krisis perbatasan.

Sementara itu, Abbott mengumumkan dia akan melanjutkan kembali pembangunan tembok yang direncanakan Trump di sepanjang perbatasan setelah Biden menghentikan proyek tersebut.

Texas “Akan melakukan apa yang Biden TOLAK lakukan – Melindungi para penduduk di sepanjang perbatasan selatan,” ujar Abbott di Twitter, Selasa (15/6).

Pengumuman dari Trump tersebut merupakan pertanda terakhir yang menunjukan bahwa, setelah meninggalkan Gedung Putih pada 20 Januari, Trump berniat tetap menentang Demokrat dengan kemungkinan mencalonkan diri lagi pada 2024.

Dengan kekuasaan yang kuat atas basis pemilih di Partai Republik, Trump memamerkan pengaruhnya semenjak meninggalkan gedung Putih, dengan muncul di sebuah konferensi besar Partai Republik pada Februari, dan bergabung dengan acara kandidat lokal di North Carolina dan penggalangan dana partai di Florida sejak saat itu. (AFP/OL-1)






Sumber Berita

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *