FRAKSI PAN DPRD DKI menyoroti rencana pembongkaran jalur sepeda atau road bike permanen di Jalan Sudirman-Thamrin. PAN menganggap itu bukan sebuah solusi dalam mengharmoniasasikan sesama pengguna jalan raya.

“Ke depan, jika setiap ada polemik terkait kebijakan yang berhubungan dengan pembangunan fasilitas transportasi di Jakarta solusinya dibongkar, ini kami anggap tidak bijak,” kata Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PAN Farazandi Fidinansyah, Kamis (17/6).

Farazandi mengatakan harusnya solusi yang diambil dikaji berdasarkan tujuan dari pembangunan jalur sepeda itu sendiri.

Menurutnya, Gubernur Anies Baswedan sering menjelaskan keinginan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadikan sepeda sebagai salah satu alat transportasi di Jakarta.

“Transformasi itu harus dimulai dari sekarang, mengingat angka kecelakaan kendaraan bermotor yang menyebabkan kematian tiap tahun selalu meningkat, belum lagi ke depan semisal kita menghadapi krisis bahan bakar, jika seperti itu, sepeda alternatif transportasi yang paling pas agar produktivitas kota berjalan karena mobilitas warga tetap hidup,” ujar Farazandi.

Menurutnya, untuk menggairahkan kebiasaan bersepeda sebagai alat transportasi di DKI Jakarta fondasinya dengan membangun fasilitas yang membuat pesepada aman dan nyaman.

“Pemprov DKI Jakarta saat ini sedang membuat fondasi itu, dan seharusnya mendapat dukungan dari semua pihak,” kata Farazandi

Ia mencontohkan di kota-kota besar dunia seperti Bangkok (Thailand), Amsterdam (Belanda), Gottingen (Jerman), Moskow (Rusia) dan Copenhagen (Denmark) jalur sepeda dibangun dengan sangat memperhatikan keamanan dan kenyamanan pengguna sepeda.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menyetujui penghapusan jalur sepeda permanen di Jalan Jenderal Sudirman-Jalan MH Thamrin. Jalur sepeda sepanjang 11,2 km itu dinilai banyak pihak memunculkan gesekan dengan pengguna kendaraan bermotor. Listyo mengatakan hal itu saat rapat kerja dengan Komisi III DPR, Rabu (16/6).

“Saya setuju untuk jalur sepeda permanen nanti dibongkar saja. Kami akan studi banding ke luar, bagaimana sepeda olahraga dan sepeda terkait untuk bekerja dengan jam dan pengaturan luasnya nanti akan kami koordinasikan dengan Kemenhub dan Pemda sehingga jalur sepeda tetap ada dan jam dibatasi sehingga tidak mengganggu pengguna lain,” ucap dia. (Hld/OL-09)






Sumber Berita

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *