loading…

CIMAHIKasus COVID-19 di Kota Cimahi semenjak usai libur lebaran terus mengalami peningkatan yang signifikan. Berdasarkan identifikasi Satgas Penanganan COVID-19 pusat, Kota Cimahi masuk 9 kabupaten/kota yang lonjakan kasusnya tinggi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi drg Pratiwi mengakui bahwa kasus COVID-19 di Cimahi mengalami peningkatan. Bahkan perkembangan kasusnya akhir-akhir ini semakin mengkhawatirkan. “Ada kenaikan yang lumayan tinggi, sehari ada penambahan 30-40 kasus,” ucapnya, Sabtu (12/6/2021).

Baca juga: Kemelut Kadin Jabar, Tatan Tak Terima Dituding Korupsi Dana Hibah Rp1,7 Miliar

Data yang dirilis Satgas Penanganan COVID-19 pusat, kasus di Kota Cimahi naik hingga 250% dalam tiga pekan terakhir setelah libur Idul Fitri. Sementara Bed Occupancy Rata (BOR) sudah mencapai 76% lebih.

Sementara berdasarkan data yang didapat dari Dinas Kesehatan Kota Cimahi, per hari ini jumlah kasus COVID-19 mencapai 6.350 jiwa. Sebanyak 516 di antaranya masih terkonfirmasi aktif terpapar virus korona.

Kemudian sebanyak 142 orang meninggal dunia akibat terpapar, dan angka kesembuhan mencapai 5.689 orang. Untuk keterisian rumah sakit yang tersebar di enam rumah sakit, persentasinya sudah mencapai 76,47%.

Baca juga: Heboh, Bayi Usia 3 Tahun di Indramayu Ini Doyan Makan Batu Bata

“Evaluasi terakhir, Cimahi masih zona orange, tapi kalau angkanya terus meningkat seperti sekarang tidak menutup kemungkinan ke zona merah,” tuturnya.

Pihaknya juga sudah mengintuksikan ke seluruh rumah sakit untuk menambah kapasitas tempat tidur khsusus pasien COVID-19. Itu sebagai antisipasi banyaknya pasien rujukan yang harus isolasi dan mendapatkan perawatan di rumah sakit.

“Yang dirujuk ke sini (Cimahi) kan bukan hanya warga lokal, tapi ada dari daerah kabupaten/kota tetangga,” pungkasnya.

(msd)



Source link

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *