PARA santri Pondok Pesantren Darul Hijrah Putera Kota Banjarbaru berhasil meraih penghargaan bidang lingkungan hidup dari Pemprov Kalimantan Selatan berkat program eco pesantren dan pengembangan agrosilvofishery. Penghargaan yang disebut Apresiasi Sasangga Banua 2021 diberikan dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana, Minggu (13/6) mengatakan Apresiasi Sasangga Banua 2021 digagas dan dilaksanakan sebagai bentuk penghargaan yang diberikan Pemprov Kalsel kepada pemerintah daerah kabupaten/kota, individu maupun kelompok masyarakat untuk memperkuat partisipasi di bidang lingkungan hidup. “Sasangga berasal dari bahasa banjar yang berarti penyangga, dan banua berarti negeri (daerah). Lingkungan hidup adalah penyangga kehidupan manusia, sehingga Sasangga Banua sebagai simbol menyangga lingkungan hidup Kalimantan Selatan,” ungkapnya.

Apresiasi Sasangga Banua 2021 sendiri diberikan bersamaan dengan peluncuran Program Sungai Martapura Bungas pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni 2021 pekan lalu di Desa Penggalaman Kabupaten Banjar. Penghargaan diserahkan Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ZA.

Baca Juga: Sinar Mas Land kembali Gelar Festival Hijau Ke-18 secara Virtual

Adapun para penerima Apresiasi Sasangga Banua 2021 yaitu Pondok Pesantren Darul Hijrah Putra Kota Banjarbaru (Kategori Kelompok) sebagai pondok pesantren yang peduli lingkungan hidup, hingga pada 2008 telah berhasil mewujudkan Eco Pesantren dan adanya Kader Lingkungan Pondok Pesantren Cluster Kalimantan Selatan. Pengembangan Agrosilvofishery dengan berhasil merehabilitasi dan memanfaatkan lahan terlantar dengan budidaya ikan patin dan tanaman buah produktif. Melakukan pembinaan kepada masyarakat sekitar pesantren untuk berbudaya ramah lingkungan.

Kabupaten Tabalong (Kategori Pemerintah Daerah) dengan keunggulan berupa penempatan anggaran bidang lingkungan lebih besar, kuatnya kemitraan Pemda untuk mendukung kegiatan terkait lingkungan hidup dengan pihak luar dan inovasi pada pengelolaan sampah dengan 3R yang sangat kuat dan masif dilakukan.

Sedangkan Kategori Perorangan diraih Amelia Rizki berdasarkan penilaian memiliki kepedulian besar terhadap lingkungan dan tetap konsisten untuk upaya pelestarian bekantan maupun habitatnya. Membantu pemerintah untuk melindungi dan melestarikan Bekantan yang merupakan primata endemik Kalimantan yang terancam punah.

Amalia Rezeki  membuat program konservasi sejak 2013 yang fokus terhadap perlindungan dan pelestarian bekantan dengan misi ‘Save Our

Mascot’- Save Bekantan, dan juga upaya perlindungan terhadap satwa liar lainnya yang dilindungi serta habitatnya. Mendirikan sebuah yayasan yang bernama Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) dengan 5 program konservasi yaitu edukasi, rescue-rehabilitasi-pelepasliaran, restorasi mangrove rambai sungai, penelitian, dan pengembangan ekowisata bekantan.

Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ZA mengatakan para penggiat lingkungan yang selama ini telah berkiprah secara sukarela untuk mengatasi dan mencegah permasalahan lingkungan merupakan aset penting dalam pembangunan di Kalsel sebagai bentuk dari keterlibatan aktif masyarakat. Momentum peringatan hari lingkungan hidup sedunia adalah saat yang tepat untuk memberikan apresiasi kepada individu, kelompok masyarakat, maupun pemerintah daerah yang gigih, konsisten bahkan sukarela mengupayakan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup  sesuai kapasitasnya. (DY/OL-10)






Sumber Berita

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *