TRIBUNNEWS.COM – Rekonstruksi Jalur Gaza yang hancur akibat perang 11 hari dengan Israel segera dimulai.

Mesir telah mengirim insinyir dan peralatan bahan bangunan ke Jalur Gaza, sebagaimana disiarkan Televisi pemerintah, Jumat (4/6/2021).

Tayangan televisi itu menunjukkan puluhan buldoser, crane, dan truk mengibarkan bendera Mesir berbaris di sepanjang perbatasan.

Mereka hendak menyeberang menuju ke Jalur Gaza, Palestina.

Melansir Al Jazeera, warga Palestina berbaris di perlintasan Rafah untuk menyambut konvoi yang mulai memasuki daerah kantong Palestina.

Baca juga: WHO: Hampir 200 Ribu Warga Palestina Butuhkan Bantuan Medis setelah Konflik Hamas-Israel di Gaza

Baca juga: Kepala Intelijen Mesir Bertemu Hamas di Gaza untuk PerkuatĀ Gencatan Senjata dengan IsraelĀ 

Para pekerja Mesir berfoto dengan peralatan konstruksi yang disediakan oleh Mesir tiba di perbatasan Rafah sisi Palestina antara Mesir dan Jalur Gaza Palestina pada 4 Juni 2021. Mesir mengirim konvoi bantuan ke tetangga Gaza dengan penggali, truk, dan derek untuk
Para pekerja Mesir berfoto dengan peralatan konstruksi yang disediakan oleh Mesir tiba di perbatasan Rafah sisi Palestina antara Mesir dan Jalur Gaza Palestina pada 4 Juni 2021. Mesir mengirim konvoi bantuan ke tetangga Gaza dengan penggali, truk, dan derek untuk “mempersiapkan tanah untuk rekonstruksi” kantong Palestina menyusul gencatan senjata antara penguasa Islam Hamas dan Israel yang mengakhiri 11 hari pertempuran mematikan. Penyeberangan Rafah yang dijaga ketat di Mesir adalah satu-satunya jalur Jalur Gaza ke dunia luar yang tidak dikendalikan oleh Israel. Sisi telah menjanjikan $500 juta untuk membantu upaya rekonstruksi di Gaza yang berpenduduk padat, rumah bagi sekitar dua juta orang. (SAID KHATIB / AFP)

Pejabat perbatasan Palestina mengatakan, ada 50 kendaraan yang telah menyeberang dari Mesir ke Gaza.

“Kami dengan semua uang, peralatan, dan apa yang kami miliki dikerahkan bergabung dengan Palestina untuk memulai pembangunan kembali,” kata sopir truk asal Mesir Mahmpid Ismail kepada Reuters di Gaza.

“Setiap Muslim dan setiap orang Mesir ingin mengambil bagian,” ucapnya.

Konflik mematikan antara Israel dan Hamas, penguasa di Jalur Gaza meletus pada 10 Mei 2021 kemarin.

Lebih dari 250 warga Palestina tewas dalam serangan udara Israel di Jalur Gaza.





Sumber Berita

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *