PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) terus mengejar target operasional kereta cepat yang menghubungkan Jakarta-Bandung itu, pada 2022. Sampai akhir Mei, pekerjaan proyek itu diklaim sudah mencapai 74%.

Corporate Secretary PT KCIC Mirza Soraya menyebutkan upaya percepatan pembangunan terus dilakukan. Belum lama ini, pemasangan box

girder arah Bandung dari Casting Yard #1 sudah dirampungkan.

“Hingga saat ini pembangunan terus kami lakukan secara simultan di

berbagai aspek. Melihat perkembangan yang ada, kami optimis target

operasional pada 2022 bisa tercapai,” tuturnya di Bandung, Kamis

(3/6).

Mirza menyebutkan, di tahun ini, selain penyelesaian konstruksi, juga

akan dimulai pemasangan peralatan sistem perkeretaapian. Ini dilakukan

sebagai salah satu tahapan persiapan jelang operasional kereta cepat.

“Target kami pada Februari 2022, konstruksi struktur bridge rampung.

Setelah itu kita akan melakukan beragam persiapan jelang uji coba,” ujarnya.

Mirza menyebutkan sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo dalam

kunjungannya belum lama ini, KCJB akan terintegrasi dengan moda

transportasi lainnya. Di samping itu, keberadaan KCJB akan menghadirkan

dampak pengembangan ekonomi bagi daerah-daerah yang dilintasi.

Selama proses pembangunan, dia menyebutkan manfaat sosial keberadaan

KCJB yang sudah dirasakan masyarakat. Misalnya, secara berkala, PT

KCIC melakukan community development atau pengembangan masyarakat di

sekitar proyek pembangunan KCJB.

Beberapa benefit sosial yang diberikan, kata dia, adalah peningkatan

fasilitas umum bagi yang terdampak pembebasan lahan, pembangunan

infrastruktur dan lainnya. “Contohnya ketika ada masjid yang terkena

proyek ini, kami pindahkan masjidnya ke lokasi baru, dengan desain dan

kualitas yang lebih baik. Begitu juga dengan sekolah dan fasilitas

lainnya,” jelasnya.

Guna mencegah adanya dampak lingkungan dari pembangunan KCJB, Mirza

menyebut PT KCIC selalu berkoordinasi dengan kontraktor yang melakukan

pembangunan. Kontraktor diminta untuk tidak hanya memperhatikan lokasi pembangunan, tetapi juga area sekitar pembangunan.

Dicontohkan, sebelum musim hujan, PT KCIC selalu mengingatkan

kontraktor untuk selalu melakukan normalisasi drainase yang tersumbat

dan pelebaran saluran di wilayah sekitar pembangunan. “Kami

terus membangun koordinasi dan komunikasi dengan seluruh pihak agar

pembangunan KCJB ini bisa berjalan lancar tanpa kendala,” jelasnya.

Proses pembangunan KCJB, menurut Mirza, mayoritas dilakukan oleh putra

daerah. Untuk keterlibatan tenaga asing, mereka hanya bertugas sebagai tenaga ahli untuk aspek-aspek pekerjaan dengan metode atau teknologi yang sama sekali baru diaplikasikan di Indonesia. Itu ditempuh karena proyek kereta cepat ini adalah yang pertama di Indonesia dan Asia Tenggara.

“Transfer knowledge dilakukan bukan hanya pada para pekerja, tetapi jugapada akademisi dan institusi pendidikan lainnya. Teknologi yang

digunakan dalam pembangunan KCJB adalah teknologi yang belum pernah

digunakan di Indonesia sebelumnya, maka dari itu banyak hal baru dan

membutuhkan tenaga ahli,” jelasnya.

Mirza berharap tahapan pembangunan bisa berjalan tepat waktu. Ia meminta dukungan masyarakat dan berbagai pihak agar proses pembangunan KCJB berjalan dengan baik dan target operasional bisa berjalan sesuai dengan yang sudah direncanakan. (N-2)

 






Sumber Berita

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *