DEPUTI Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Wahyu Utomo mengungkapkan pemerintah membuka pintu untuk berkolaborasi dengan Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) untuk percepatan transformasi digital.

“Mastel memiliki tagline a living enabler dan tentunya sektor komunikasi di masa pandemi covid-19 menunjukkan sektor yang konsisten untuk berkembang. Kami harapkan peran dari sektor ini dapat terus ditingkatkan dalam rangka mendukung pertumbuhan perekonomian ke depan,” ujarnya dikutip dari siaran pers, Kamis (3/6).

“Walaupun perekonomian kita saat ini masih mengalami kontraksi tetapi kita yakin dengan kebersamaan dan program-program yang dilakukan oleh Pemerintah dan kita konsisten dalam menjalankan prokes tentunya pertumbuhan yang ditetapkan pada tahun ini mudah-mudahan bisa tercapai,” tutur Wahyu.

Wahyu bilang pemerintah berharap Mastel dapat terus mendukung berbagai program pembangunan dalam pemulihan ekonomi, salah satunya ialah pengembangan teknologi, informasi dan komunikasi. Selain itu, Mastel juga diminta tetap mengawal pengembangan big data, blockchain dan lain-lain.

“Untuk itu saya rasa kolaborasi antara Mastel, pemerintah dan akademisi serta masyarakat dan industri sangat penting untuk memulihkan ekonomi kita ke depan. Mari kita memperkuat dan mempererat kerja sama,” ungkapnya.

Baca juga: Survei Mastel: 61 Persen Masyarakat Sebut Hoaks Sangat Mengganggu

Mastel berdiri sejak tahun 1993 dan saat ini memiliki 29 asosiasi sektor telematika, 11 perusahaan, 4 organisasi non-profit dan 342 anggota baik profesional, pakar maupun akademisi, dan menjadikannya organisasi penting di sektor TIK di Indonesia.  

“Telematika sudah tidak bisa dilepaskan dari kehidupan masyarakat. Mastel memposisikan diri sebagai a living enablers yang dinamis, hub bagi seluruh pemangku kepentingan, serta ikut aktif menjadi fasilitator percepatan program transformasi digital nasional yang tepat guna,” ujar Ketua Umum Mastel Sarwoto Atmosutarno.

“Mastel memiliki concern agar telematika terus berkontribusi untuk pembangunan di Indonesia dalam segala bidang. Kontribusi mencakup sumber daya manusia, kesehatan dan pertumbuhan industri, kemandirian dan kedaulatan dalam bentuk pendapat, masukan dan rekomendasi atas kebijakan regulasi dan hukum telematika baik kepada regulator, industri maupun legislator,” pungkasnya.(OL-5)






Sumber Berita

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *