loading…

JAKARTA – Menko Luhut menurunkan tim khusus dari Kemenko Marves untuk melihat isu-isu yang menjadi hambatan terkait tol Cisumdawu, Semarang-Demak, dan exit tol KIT Batang. Menko Luhut mengatakan terkait perkembangan pembebasan lahan dan konstruksi di tol Cisumdawu, terdapat beberapa lahan yang sudah bebas, namun belum dapat dikonstruksi.

“Oleh karena itu, Menko Luhut instruksikan kepada aparat penegak hukum dapat melakukan pendekatan dan penertiban di lokasi. Progres konstruksi pembebasan lahan pada seksi 1 Cileunyi-Rancakalong sudah mencapai 77,42%, seksi 2 Rancakalong-Sumedang 91,99%, seksi 3 Sumedang-Cimalaka 100%, seksi 4 Cimalaka-Legok 0 persen, seksi 5 Legok-Ujungjaya 0%, seksi 6A Ujungjaya-Dawuan 36,83% dan 6B sebanyak 11,84%,” kata Luhut di Jakarta, Kamis (17/6/2021).

Baca Juga: Ngopi Bareng Menteri Arab Saudi, Luhut Bawa Kabar Apa?

Kemudian, pada lahan tol Cisumdawu tersebut terdapat overlapping kawasan hutan dengan tanah warga, tanah kas desa, dan tanah adat dan perizinan terkait lahan perhutani. “Perlu percepatan terkait kajian pemberian izin penggunaan kawasan hutan, mengingat target selesai konstruksi yang sudah ditetapkan,” terangnya.

Kata diaN tanah wakaf dan tanah kas desa hingga saat ini belum bebas, karena proses penilaian yang telah dilakukan dianggap sudah outdated (dilakukan pada 2012), sehingga diperlukan diskusi lebih lanjut terkait ketentuan penilaian ulang. Terkait perkembangan ruas tol Semarang-Demak telah menjadi perhatian presiden. Hasil kunjungan presiden pada 11 Juni 2021 lalu, bahwa perlunya tambahan lahan pembebasan di sisi dalam tanggul, karena berpotensi menjadi kering dan menjadi masalah ke depannya jika tidak dibebaskan.

“Sebagai catatan, ruas Semarang-Demak ini juga menjadi perhatian presiden beberapa waktu lalu yang sudah melakukan kunjungan ke ruas Semarang-Demak, hingga sepatutnya isu tanah musnah ini bisa kita selesaikan secara cepat,” jelas Menko Luhut.

Baca Juga: Yuk, Intip Rincian Daftar Harga Emas Antam Kamis 17 Juni 2021

Dilaporkan bahwa, progres konstruksi pembebasan lahan pada seksi 1 Cileunyi-Rancakalong sudah mencapai 77,42 persen, seksi 2 Rancakalong-Sumedang 91,99%, seksi 3 Sumedang-Cimalaka 100%, seksi 4 Cimalaka-Legok 0 persen, seksi 5 Legok-Ujungjaya 0 persen, seksi 6 Ujungjaya-Dawuan 36,83% (6A) dan 11,84% (6B).

Kemudian, terkait perkembangan ruas tol Semarang-Demak telah menjadi perhatian presiden. Hasil kunjungan presiden pada 11 Juni 2021 lalu, bahwa perlunya tambahan lahan pembebasan di sisi dalam tanggul, karena berpotensi menjadi kering dan menjadi masalah ke depannya jika tidak dibebaskan. Lahan yang telah bebas sebanyak 960 dari 1.605 bidang atau 92,80 Ha dari 535,10 Ha (17,34%).

(nng)



Source link

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *