NEW YORK – Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat ( NASA ) menyetujui pembangunan teleskop yang dikenal sebagai Near-Earth Object Monitor untuk mendeteksi asteroid yang dapat menimbulkan ancaman bagi Bumi di masa depan.

Teleskop inframerah 609,6 sentimeter akan membantu para astronom dan ilmuwan planet mendeteksi asteroid dan komet yang “berpotensi berbahaya” dalam jarak 48,28 juta kilometer (km) dari orbit bumi, juga dikenal sebagai objek dekat bumi (NEO).

BACA JUGA – Melebihi Gunung Mas Kongo, Kini Berlian Berceceran di Tanah Afrika

Seperti dilansir da Daily Mail, NASA mengatakan ada lebih dari 25.000 NEO dan masih banyak lagi yang sedang dalam proses terdeteksi.

NASA mengklasifikasikan NEO sebagai berpotensi berbahaya ketika batuan luar angkasa berada dalam 0,05 unit astronomi dan berdiameter lebih dari 140 meter.

“Teleskop luar angkasa ini memiliki kemampuan untuk mendeteksi asteroid dan komet yang menjadi ancaman bagi bumi dengan kecepatan seketika.

“Ini juga dirancang untuk mendeteksi 90 persen asteroid berdiameter 140 atau lebih besar dalam satu dekade diluncurkan,” kata para ilmuwan dari program Pengukuran NEO dalam sebuah pernyataan.

Manajer program observasi NEO NASA, Kelly Fast, mengatakan teleskop luar angkasa juga memungkinkan pemantauan terus menerus pada siang dan malam hari.

“Pemantauan terutama di daerah-daerah di mana NEO berpotensi menimbulkan bahaya dan mempercepat proses selanjutnya,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Sejauh ini, NASA belum mengungkapkan rincian termasuk biaya dan kontraktor yang terlibat yang akan membangun teleskop luar angkasa.

Near Earth Object Monitor dijadwalkan untuk diluncurkan pada paruh pertama tahun 2026.

Namun, NASA belum mengumumkan tanggal pasti peluncuran teleskop luar angkasa tersebut.

(wbs)



Source link

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *