VIVA – Ir. Tri Rismaharini, MT. atau yang awam disapa dengan Risma, seorang ASN yang mampu maju menjadi wali kota sekaligus Menteri Sosial Republik Indonesia. Tidak dipungkiri lagi gaya kepemimpinannya yang unik kini telah berdampak pada perkembangan Kota Surabaya sampai saat ini.

Ia merupakan wanita pertama yang mampu menjadi wali kota terpilih kota Surabaya untuk 2 periode berturut-turut yakni pada tahun 2010-2015 dan 2016-2020. Beliau juga dipercaya untuk menjadi Menteri Sosial Republik Indonesia sejak 23 Desember 2020. Etika dan etos kerjanya yang tinggi sebagai ASN telah membawa beliau menjadi tokoh besar yang dulunya hanya seorang pegawai birokrat. 

Pemimpin visioner jeblosan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini dikenal dengan gaya blusukannya untuk menelisik permasalahan-permasalahan sosial yang ada di masyarakat.

Gaya kepemimpinan blusukan ini pada dasarnya sebuah gaya kepemimpinan dimana seorang pemimpin layaknya pemimpin besar harus mampu menjangkau wilayah yang dipimpinnya sampai lapisan terbawah, ikut merasakan permasalahan tersebut, turut berpartisipasi dalam mencari solusi sehingga hal tersebut akan membantu penyusunan formulasi kebijakan yang berdasarkan pada tinjauan lapangan secara langsung. Hal inilah yang dilakukan oleh Risma baik sebagai walikota maupun seorang Menteri. 

Keunikan serta keberanian Risma ini terwujud dalam gebrakan-gebrakan yang dilakukannya selama menjabat sebagai wali kota Surabaya. Salah satu kebijakan yang berhasil membawa Risma melejit di kalangan publik yakni beliau secara tegas menolak dilakukannya pembangunan Tol Tengah di Tahun 2010.

Alasan penolakan tersebut karena menurutnya pembangunan jalan Tol tersebut akan menimbulkan kesenjangan sosial yang dimana keberadaan jalan tersebut akan membuat kota Surabaya menjadi kota yang mewah, dimana kemewahan tersebut berdampak pada kewajiban masyarakat yang harus membayar tol tersebut sementara pemenuhan akan kebutuhan hidup masyarakat Surabaya masih terbilang belum optimal.

Wujud penolakan tersebut menunjukkan adanya sikap kepemimpinan visioner pada diri Risma sebagai wali kota. Robbins (1996) dalam definisinya mengatakan bahwa Pandangan visioner dalam sebuah kepemimpinan adalah dimana seorang pemimpin mampu menciptakan dan mengartikulasikan visi masa depan yang realistis, kredibel, dan menarik bagi organisasi atau unit organisasi yang tumbuh dan berkembang saat ini.



Sumber Berita

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *