MENTERI Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni, harus dimaknai secara luas oleh setiap lapisan masyarakat, termasuk para insan industri untuk memajukan negara.

“Memaknai Hari Pancasila, pelaku Industri harus berorientasi memajukan Indonesia dengan cara membangun Sumber Daya Manusia (SDM) dan meningkatkan nilai tambah dari hasil alam Indonesia untuk memperkuat struktur industri kita,” kata Menperin dalam rilis resmi, Selasa (1/6). 

Dia menuturkan, sebagai sebuah bentuk pengabdian dan upaya menjunjung teguh nilai-nilai Pancasila, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menginisiasi Making Indonesia 4.0 sebagai sebuah roadmap (peta jalan) dan strategi Indonesia memasuki era industri digital atau industri 4.0. Making Indonesia telah diluncurkan Presiden Joko Widodo pada 2018 lalu. 

Menurut Agus, inisiatif Making Indonesia 4.0 memiliki potensi besar untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja, sehingga dapat meningkatkan daya saing global dan mengangkat pangsa pasar ekspor. Melalui peta jalan tersebut, Indonesia diproyeksikan masuk dalam 10 besar ekonomi dunia. 

“Bapak Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa Revolusi Industri 4.0 harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk pendalaman nilai-nilai Pancasila,” ucap Menperin. 

Baca juga : Hari Lahir Pancasila, Arsjad Rasjid: Perkuat Persatuan Indonesia

Pemerintah, lanjutnya, memfokuskan tujuh sektor industri sebagai prioritas yang dikembangkan dengan Industri 4.0, yaitu industri makanan dan minuman, industri tekstil dan pakaian, industri otomotif, industri kimia, industri elektonik, sektor alat Kesehatan, dan sektor farmasi.

Dalam upaya mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dan nasionalisme dalam dunia industri, Agus juga terus mendorong pencapaian program substitusi impor 35% pada 2022. Langkah yang dijalankan antara lain substitusi impor barang-barang baku dan input yang dengan barang yang diproduksi di dalam negeri. 

Selain itu, Kemenperin juga mengaku terus mengupayakan optimalisasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) pada setiap produk industri nasional, agar mendukung produktivitas bagi sektor pembuat komponennya. 

Langkah ini, kata Agus, sejalan dengan kebijakan Kemenperin untuk menaikkan nilai TKDN menjadi 50% pada 2024 sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020- 2024. 

“Saya berharap nilai-nilai Pancasila dan nasionalisme akan terus membangkitkan dunia industri di tanah air,” pungkas Politisi Golkar itu. (OL-7)






Sumber Berita

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *