Ashari Prawira NegaraLelang Investasi Proyek PLTSa Ditarget Desember 2021
Lelang investasi untuk proyek PLTSa akan dilakukan di akhir Desember 2021. Foto: Maman Sukirman

MAKASSAR – Proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Kota Makassar mendesak dihadirkan. Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar membuka peluang untuk pengusaha berinvestasi dalam proyek strategis tersebut.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto mengatakan, PLTSa diperlukan mengingat daya tampung Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang melebihi kapasitas. Bahkan tumpukan sampah di TPA tersebut dikatakan sudah mencapai 15 meter.

“Polusinya hingga ke pemukiman warga. Kita juga sudah punya 1.000 bank sampah yang bisa mereduksi sampah hingga 30 % dari total produksi. Dari hasil analisis, kami membutuhkan penambangan TPA. Kami dijadikan bahan ajar untuk PLTSa ini,” ucap dia dalam rilis yang diterima wartawan.

Baca Juga: Butuh Anggaran Rp2 Triliun, Proyek PLTSa Harus Libatkan Pemodal Besar

Hal itu disampaikan Danny dalam diskusi teknologi pengolahan sampah berbasis lingkungan dan skema pembiayaan untuk proyek strategis nasional, Selasa (15/6/2021). Diskusi ini terkait pengelolah sampah menjadi energi listrik yang diadakan komite percepatan penyediaan infrastruktur prioritas Kemenko Perekonomian RI secara virtual.

Danny menargetkan lelang investasi PLTSa akan dilakukan di akhir Desember 2021. Tahun 2022 sudah masuk tahap desain, tahun 2023 percobaan operasional dan 2024 sudah beroperasi penuh.

“Tadi sepakat juga teman- teman dari ITB, LIPI, teknologi dari seluruh dunia ternyata kita tepat sekali mengantisipasinya. Jadi kita sebenarnya sudah matang. Tinggal timnya saja saya bentuk,” papar Danny.

Baca Juga: BUMN Tiongkok Siap Investasi Penuh di Proyek PLTSa Makassar

Tak hanya itu, dia juga menegaskan kehadiran PLTSa tidak akan menghilangkan peran bank sampah. Pasalnya program tersebut dinilai bermanfaat. “Meskipun ada teknologi nanti, Bank sampah tak akan dihapus. Karena itu yang memperkuat pengelolaan sampah nantinya,” imbuh Danny.

Sebelumnya proyek PLTSa yang bakal dibangun di Kota Makassar butuh anggaran besar. Biaya investasinya ditaksir mencapai Rp2 triliun. Sekretaris Tim Percepatan Pembangunan PLTSa Kota Makassar, Saharuddin Ridwan mengatakan, pemerintah akan selektif dalam melibatkan investor dalam proyek strategis nasional tersebut. Syarat utamanya, harus memiliki modal yang kuat lantaran tingginya anggaran.

“Artinya harus disiapkan ini investor karena dia akan besar, besar dia punya keuangan untuk kelola ini. Karena semua bebannya di mereka (investor),” ujarnya. Dengan biaya investasi sebesar itu, diharapkan proyek ini bisa terbangun tanpa membebani APBD Kota Makassar.

Baca Juga: UU Cipta Kerja Dianggap Bereskan Tiga Masalah Kronik Penghambat Investasi

(agn)

preload video



Source link

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *