Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal melakukan analisa terkait fakta sidang suap pengurusan bantuan sosial (bansos) Covid-19 di Kementerian Sosial (Kemensos).

Pada sidang Senin, (7/6/2021) kemarin, terkuak adanya aliran duit Rp1 miliar ke Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Achsanul Qosasi.

“Seluruh fakta sidang perkara ini akan dianalisa tim JPU (Jaksa Penuntut Umum) KPK,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Selasa (8/6/2021) pagi.

Ali menerangkan, analisa dilakukan untuk mendapatkan kesimpulan apakah keterangan saksi dalam persidangan ada keterkaitan dengan alat bukti lain sehingga menjadi fakta hukum.

Baca juga: DPR Dukung Perbaikan Data Terpadu Kesejahteran Sosial Agar Penyaluran Bansos Tepat Sasaran

“Prinsipnya sejauh ada kecukupan setidaknya dua bukti permulaan yang cukup, kami akan pastikan perkara ini dikembangkan lebih lanjut dengan menetapkan pihak lain sebagai tersangka,” tegas Ali.

Dalam sidang bansos kemarin, mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemensos Matheus Joko Santoso mengakui menyerahkan Rp1 miliar dalam bentuk dolar Amerika Serikat kepada Achsanul Qosasi.

Uang itu berasal dari pungutan fee para vendor penggarap proyek bansos Covid-19.

Baca juga: Cek Penerima Bansos Tunai Rp 300 Ribu di cekbansos.kemensos.go.id, Isi Data Alamat & Nama Sesuai KTP

Fakta persidangan itu terungkap saat Ketua Majelis Hakim Muhammad Damis mengonfirmasi Matheus ihwal aliran uang suap bansos corona untuk Achsanul Qosasi.

Dalam persidangan ini, Matheus Joko dihadirkan tim jaksa sebagai saksi untuk terdakwa eks Menteri Sosial Juliari Peter Batubara.





Sumber Berita

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *