UNIT Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Air Limbah Domestik (PALD) Kota Bekasi mewakili Indonesia meraih peringkat 3 dalam ajang bergengsi Internasional yakni kompetisi World Emptying Challenge pada acara Faecal Sludge Management (FSM) International Conference ke 6.

Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi Jumhana Lutfi mengatakan pihaknya bersyukur atas capaian prestasi tersebut.

“Alhamdulillah sangat bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh komponen yang telah mendukung hingga torehan prestasi ini dapat diraih,” ujar Jumhana, Minggu (6/6).

Ia menjelaskan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi terus berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakatnya. Terutama terus melakukan inovasi dalam pengelolaan limbah yang tentunya dapat berdampak baik bagi lingkungan.

Ia mengungkapkan, penghargaan itu menambah deretan prestasi yang diperoleh kota yang dijuluki Kota Patriot itu. Untuk diketahui FSM International Conference merupakan sebuah ajang yang mempertemukan pelaku-pelaku pengelolaan air limbah domestik di seluruh dunia, di bawah Faecal Sludge Asisation (FMA).

Sejauh ini, FSM telah diselenggarakan beberapa tahun lalu. Di antaranya pada 2017 di Chenai India dimana UPTD PALD Kota Bekasi terpilih sebagai delegasi Indonesia bersama 4 daerah lainnya, Kementerian PUPR dan Bapenas.

Selanjutnya pada 2018 dilaksanakan di Afrika Selatan dan tahun 2021 di Indonesia sebagai tuan rumah. Pelaksanaannya pun dilakukan secara virtual lantaran pandemi Covid-19. Adapun peserta konferensi terdiri dari 61 negara dan 601 jumlah peserta. Dalam acara itu UPTD PALD Disperkimtan Kota Bekasi mendapatkan kesempatan sebagai keynote speaker untuk materi aspek teknis dalam FSM.

“Pada konferensi ini kita dapat melihat setiap negara berjuang untuk mengelola lumpur tinja dalam mewujudkan taraf kesehatan masyarakat dan perbaikan lingkungan. Banyak pahlawan yang mendapatkan penghargaan pada acara ini dimana mereka mengabdikan hidupnya untuk mengelola lumpur tinja,” jelasnya.

Ia menambahkan, pada acara itu terdapat kompetisi World Emptying Challenge diikuti oleh 23 tim dari 11 negara yang lolos kualifikasi. Hasilnya, menempatkan UPTD PALD Kota Bekasi sebagai peringkat 3. Dimana peringkat 2 diraih oleh Gresik dan peringkat 1 oleh India.

Menurutnya, konferensi tersebut sangat penting guna meningkatkan cakupan layanan pengelolaan air limbah domestik di Kota Bekasi yang baru mencapai 6,14%. Sehingga diperlukan terobosan dan inovasi dalam peningkatan layanan dasar tersebut.

“Dengan ajang konferensi ini pengetahuan didapat guna mempercepat perluasan layanan dan penanganan,” pungkasnya.(OL-13)

Baca Juga: Pasukan TNI/Polri Ditambah untuk Tangani Covid-19 di Pati






Sumber Berita

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *