PEMERINTAH mencanangkan Indonesia dapat mencapai netral karbon pada 2060. Target ini telah menjadi komitmen Indonesia kepada masyarakat dunia melalui penyampaian dokumen Long-term Strategy on Low Carbon and Climate Resilience 2050 (LTS-LCCR 2050) kepada UNFCCC.

Ini juga merupakan mandat dari Paris Agreement yang telah diratifikasi menjadi Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2016 tentang Pengesahan Paris Agreement to the United Nations Framework Convention on Climate Change.

Hal ini dijelaskan Menteri Lingkungan Hi­dup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya dalam sambutannya secara daring saat membuka Indonesia Green Summit 2021, Senin (26/7). “Dokumen LTS-LCCR 2050 menegaskan arah kita menuju net-zero emissions dengan tetap mempertimbangkan kondisi ekonomi yang bertumbuh, berketahanan iklim dan berkeadilan,” ujar Menteri Siti.

Dia menyebutkan bahwa meletakkan target karbon netral pada kurun waktu tertentu sudah sangat tepat untuk memenuhi laju pembangunan Indonesia ke depan. Hal ini tepat karena disesuaikan dengan perhitungan tujuan pembangunan nasional, pertumbuhan ekonomi, orientasi teknologi, membangun bersama masyarakat, mengelola sebaran pendapatan secara adil, menjaga kohesi sosial, dan hal-hal multidimensi dan multi-objective di Indonesia.

“Indonesia kita sedang membutuhkan dukungan seluruh elemen bangsa dalam memperjuangkan aktualisasi keadilan iklim diantara negara-negara di dunia,” ujar Siti.

Pada target netral karbon 2060, Menteri LHK menjelaskan jika hal itu didasari dari proyeksi pembangunan Indonesia yang diperkirakan mencapai puncak pembangunan dengan emisi sebesar-besarnya antara 2030 hingga 2040, dan terus melandai hingga  2050-2060.

“Indonesia berkomitmen untuk menurun­kan emisi dari lima sektor yang meliputi sektor energi, limbah, industri, pertanian, dan kehutanan. Selain itu, Indonesia berkomitmen dalam meningkatkan ketahanan iklim melalui ketahanan ekonomi, sosial dan sumber penghidupan, serta ekosistem dan lanskap,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Hutan Lestari KLHK Agus Justianto menyebut sektor kehutanan diproyeksi akan mencapai karbon netral pada 2030 dan dapat menyimpan 140 juta ton karbon. Untuk merealisasikan hal tersebut, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) gencar melakukan konservasi dan restorasi hutan di Indonesia.

“Sektor kehutanan ini merupakan sektor yang tidak dapat berdiri sendiri dalam upaya mencapai karbon netral pada 2030. Diperlukan sinergi setiap komponen bangsa mulai dari K/L, pemda, akademisi, swasta, LSM, dan masyarakat umum untuk mencapai komitmen nasional menurunkan emisi gas rumah kaca, dan tentu mencapai pembangunan rendah emisi dan berketahanan iklim,” tuturnya pada hari kedua IGS 2021 dalam sesi bertajuk Agriculture, Forestry, and Commodity Supply Chain, kemarin.

Dengan latar belakang persoalan dan tujuan di bidang lingkungan hidup ini, gelaran IGS 2021 menjadi tonggak penting untuk mengedukasi dan mengajak seluruh komponen bangsa berperan aktif dalam upaya nasional mewujudkan pembangun berkelanjutan.

IGS 2021 merupakan sebuah hybrid event yang menggabungkan konsep off air dan online. Acara yang dihelat pada 26–27 Juli ini terbagi dalam beberapa sesi terpisah berdasarkan tema pembahasan yang diangkat.

Dalam setiap sesinya, beberapa pembicara dihadirkan, baik dari perwakilan pemerintah, pengusaha, akademisi, hingga para ahli. Adapun opening speech diberikan oleh Presiden Joko Widodo dan welcome speech oleh CEO Media Group News Mohammad Mirdal Akib.

IGS 2021 sendiri dihadiri oleh peserta ­offline dengan batas maksimal 50 orang ­dengan mengikuti protokol kesehatan.

Beberapa topik yang dibahas antara lain (hari pertama) Green Waste Management: Mengelola Sampah Menjadi Berkah, Green Transportation: Siapkah Melaju tanpa Emisi?, Green Lifestyle and Green Social Movement: Bergerak Selamatkan Bumi, dan Green ­Energy and Green Electricity: Energi Bersih untuk Masa Depan.

Pada hari kedua, pembahasan meliputi Green Food System and Green Forestry: ­Agriculture, Forestry and Commodity Supply Chain, Green Financing and Banking: Green Financing and Banking Menuju Indonesia Net Zero Emission 2060, dan Green ­National Policy: Menuju Indonesia Net Zero Emission 2060.

Penyelenggaraan IGS 2021 pun salah satunya diharapkan memberikan solusi yang konkret dalam menghadapi permasalahan pengendalian iklim dengan tidak menepikan kepentingan nasional dalam menyejahte­rakan masyarakat. (Ifa/S2-25)






Sumber Berita

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *