JAKARTA, iNews.id – Kondisi maskapai pelat merah PT Garuda Indonesia dalam kondisi kritis. Bahkan, untuk bertahan di tengah pandemi, perusahaan BUMN ini telah melakukan beberapa kebijakan, mulai memangkas gaji karyawan hingga menawarkan pensiun dini. 

Tak cuma itu, Garuda juga memiliki utang mencapai Rp70 triliun. Dan utang tersebut bertambah tiap bulannya sebesar Rp1 triliun.

Melihat kondisi perusahaan publik dan bersejarah milik Indonesia yang makin kritis, anggota Dewan Komisaris PT Garuda Indonesia Peter Gontha meminta manajemen Garuda untuk menangguhkan pembayaran honorariumnya. Permintaan itu disampaikan Peter melalui akun resmi Instagramnya @petergontha.

Permintaan tersebut ditujukan kepada Dewan Komisaris Garuda Indonesia dan ditembuskan kepada Direktur Keuangan Garuda Indonesia yang ditulis dalam sebuah surat.

“Maka kami mohon, demi ‘sedikit meringankan’ beban perusahaan, untuk segera, mulai bulan Mei 2021, yang memang pembayarannya ditangguhkan, memberhentikan pembayaran honorarium bulanan kami sampai rapat pemegang saham mendatang,” tulisnya dalam surat, Rabu (2/6/2021).

Editor : Jujuk Ernawati





Sumber Berita

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *