Laporan wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Eks Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Bansos Covid-19 di Kementerian Sosial, Matheus Joko Santoso mengajukan Justice Collaborator (JC) dalam kasus dugaan korupsi bansos Jabodetabek.

Permohonan JC diajukan oleh kuasa hukum Matheus dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (15/6/2021).

“Izin yang mulia, ingin mengajukan permohonan JC yang mulia dari terdakwa Matheus Joko,” ujar kuasa hukum Matheus, Tangguh Setiawan Sirait di persidangan.

Ketua Majelis Hakim Muhammad Damis kemudian meminta tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas pengajuan JC dari pihak terdakwa.

Baca juga: Sidang Kasus Bansos, Saksi Mengaku Dimintai Uang Rp 400 Juta oleh 2 Eks Pejabat Kemensos

Namun JPU pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak langsung menyatakan sikapnya. Mereka baru bisa memutuskan saat sidang memasuki agenda pembacaan tuntutan untuk terdakwa.

“Nanti akan kami tanggapi pada saat tuntutan,” ujar JPU KPK Ikhsan Fernandi.

Ditemui usai persidangan, Tangguh selaku kuasa hukum Matheus menyebut pengajuan JC lantaran kliennya hanya punya peran berdasarkan perintah eks Mensos Juliari Peter Batubara. 

Hal tersebut kata dia, juga selaras dengan keterangan saksi Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) M Syafii Nasution, sekaligus atasan langsung Matheus Joko Santoso.

“Seperti keterangan saksi dari Pak Syafii, orang atasan Pak Joko, juga memang sudah sering disampaikan Bapak Joko itu adalah orang yang selalu mengikuti perintah dan nggak pernah melanggar perintah dari atasan,” terang Tangguh.

Baca juga: Vendor Bansos Akui Dipalak Eks Pejabat Kemensos Matheus Joko Santoso





Sumber Berita

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *