EKS penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ajun Komisaris Stepanus Robin Pattuju memberikan keterangan berbeda tentang pertemuannya dengan Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Syahrial. Dalam sidang di PN Medan, Senin (26/7), Robin datang atas undangan ajudan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin tanpa sepengetahuan Azis. Menurut jaksa, dalam BAP, Robin mengaku undangan itu disampaikan Azis melalui ajudannya bernama Dedi.

Menanggapi hal itu, Ketua KPK Firli Bahuri menyampaikan bahwa setiap proses penyidikan oleh KPK bukan hanya didasarkan satu keterangan saksi tetapi semua keterangan saksi yang akan saling berhubungan termasuk dengan alat bukti lain. Dengan demikian, penyidik dapat menyimpulkan ada fakta perbuatan tersangka maupun pihak-pihak lain.

“Sesuai hukum acara pidana, satu keterangan saksi bukan saksi jika tanpa ada keterangan saksi lain yang juga bersesuaian dengan alat bukti lain. Kami memastikan akan menyingkap kebenaran dan menegakan hukum sebaik-baiknya,” tutur Firli dalam keterangan resmi, Selasa (27/7).

Karena itu, tim JPU akan memanggil dan memeriksa saksi-saksi lain untuk dikonfirmasi pada agenda persidangan berikutnya. Begitu pun fakta dugaan keterlibatan saksi Azis maupun pihak lain dalam perkara ini juga akan didalami melalui keterangan para saksi dan alat bukti yang KPK miliki.

Menurut Firli, terlalu cepat untuk percaya atau menyimpulkan nilai kebenaran di balik perubahan keterangan Robin. Masih ada waktu untuk mencari tahu dan membuktikan kronologi persekongkolan penyuapan terencana ini secara pasti.

“Setiap peran dari orang-orang yang terlibat akan terus kami singkap kebenarannya di hadapan hukum. Tidak akan ada yang mampu bersembunyi dari semua proses ini,” tandasnya. (OL-14)






Sumber Berita

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *