loading…

JAKARTA – Kebut pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf), Menparekraf Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno kembali menjalin kolaborasi. Kali ini, dirinya menggandeng PT MRT Jakarta untuk menghadirkan kesenian serta beragam produk ekonomi kreatif khas lima destinasi super prioritas (DSP) nasional di sejumlah stasiun MRT Ibukota.

Mengawali kolaborasi tersebut, Sandiaga Uno bersama Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo menghadirkan kesenian serta beragam produk kerajinan asal Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) di Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia. Tari Animal Pop yang dibawakan oleh putra putri Flores itu secara langsung mengubah suasana Stasiun MRT. Terlebih desain tata ruang serta pernak pernik khas Labuan Bajo yang dihadirkan.

“Destinasi Super Prioritas Labuan Bajo hari ini kita bisa hadirkan di Stasiun MRT Bundaran HI. Kita harapkan ini bisa menjadi satu awal mulai dari setiap minggu akan kita lakukan kegiatan yang bisa membangkitkan semangat pariwisata dan ekonomi kreatif untuk bangkit,” ungkap Sandiaga Uno.

Baca Juga : Sandiaga Uno Dukung Industri Perfilman Nasional Bangkit dan Ciptakan Lapangan Kerja

Alasan pihaknya memilih MRT Jakarta sebagai etalase Nusantara merujuk DKI Jakarta yang merupakan salah satu gerbang Indonesia. Begitu juga dengan MRT Jakarta yang kini dinilainya bukan hanya semata berfungsi sebagai transportasi publik, tetapi juga wahana rekreasi di Ibukota. Hal tersebut dibuktikannya lewat kehadiran para pekerja seni dari NTT. Mereka yang belum pernah mengunjungi DKI Jakarta mengaku gembira dapat melihat Ibukota dari atas kereta MRT.

“MRT ini adalah bentuk wisata juga untuk temen-temen dari daerah. Jadi MRT memfasilitasi wisatawan Nusantara untuk menghargai yang kita sebut sebagai wisata teknologi terkini, yaitu teknologi transportasi publik,” ungkap Sandiaga Uno.

Lebih lanjut dipaparkannya, lewat kolaborasi yang terjalin antara Kemenparekraf, Jaklingko, MRT Jakarta serta Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo itu dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, khususnya wisatawan Nusantara. Sebagai informasi, kunjungan ke Labuan Bajo diungkapkan Sandiaga Uno kini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni berkisar sekitar 20-30 persen.

“Harapannya agar kita segera bangkit membantu saudara-saudara kita yang betul-betul membutuhkan bantuan kita dan harapan kita agar pariwisata bangkit dan pulih,” ungkap Sandiaga Uno.

Begitu juga dengan empat destinasi super prioritas nasional lainnya, yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika dan Likupang. Selain itu, sepuluh destinasi pariwisata prioritas dan desa wisata yang tersebar di seluruh pelosok Nusantara. Sandiaga Uno mengaku akan menghadirkan mereka secara bergantian di Stasiun MRT Jakarta setiap pekannya.

“Kita tidak lagi melihat kuantitas, tapi kualitasnya, mulai dari segi penciptaan lapangan kerja dan kemajuan ekonomi kreatifnya,” tutupnya.

Harapan Sandiaga Uno disambut baik Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) William Sabandar. Dirinya mengaku mendukung penuh langkah Sandiaga Uno untuk mengembangkan destinasi wisata nasional. Mengingat PT MRT Jakarta memiliki sebanyak 13 stasiun kereta strategis yang tersebar mulai dari Lebak Bulus, Blok M, Senayan hingga Bundaran HI.

“Kegiatan ini adalah kolaborasi dan kami siap. Jadi kalau kita akan mengadakan even daerah-daerah wisata yang lain sesuai dengan program Pak Menteri tadi akan kita dukung dengan prinsip kolaborasi di seluruh jalur MRT Jakarta,” ungkap pria yang akrab disapa Wili itu.

Baca Juga : Sosialisasikan Program Kembali ke Bioskop, Sandiaga Uno dan Istri Nonton Film Tjoet Nja’ Dhien

Tak hanya sebagai ajang promosi destinasi wisata di daerah, kesenian serta beragam produk ekonomi kreatif yang dihadirkan katanya membawa daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Sehingga diharapkan dapat secara langsung meningkat jumlah penumpang MRT.

“Khususnya pada akhir pekan Sabtu-Minggu yang biasanya memang tidak terlalu banyak (penumpang) seperti hari-hari biasa,” ungkapnya.

(wur)



Source link

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *