SEBUAH katedral dan biara di Meksiko, tempat sejumlah misionaris Fransiskan tiba di Spanyol Baru dan membaptis warga suku asli, Selasa (27/7), ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO.

Katedral yang terletak di Tlaxcala, tenggara Mexico City, itu merupakan pusat aktivitas evangelisasi di awal kolonialisasi Spanyol di Benua Amerika.

Kompleks tersebut merupakan yang pertama di Benua Afrika, dibangun dengan bantuan pekerja lokal pada 1526, bertahun-tahun sebelum penaklukan Kekaisaran Inca di Amerika Selatan.

Baca juga: UNESCO Nyatakan Kota Nice sebagai Warisan Budaya Dunia

Di dalam katedral itu adalah tulisan yang berbunyi, “Di tempat ini, Injil Suci mengawali kiprahnya di Dunia Baru.”

“Pembangunan kompleks itu secara total mengubah pandangan mengenai dunia hingga saat itu,” ujar Direktur Institut Nasional Antropologi dan Sejarah di Tlaxcala Jose de la Rosa,

Biara di Tlaxcala itu merupakan satu dari puluhan biara yang dibangun oleh misionaris Fransiskan, Dominican, dan Augustinian, lima abad lalu, di kaki Gunung Popocatepetl.

Sebanyak 14 biara dari awal abad ke-16 telah dimasukkan dalam daftar Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO pada 1994 namun kompleks Tlaxcala tidak meski nilai sejarahnya sangat penting.

“Kompleks itu berperan sebagai eksperimen spiritual, politis, arsitektur, dan estetik dalam bidang evangelisasi dan pendirian Spanyol Baru,” ungkap Kementerian Budaya Meksiko. (AFP/OL-1)

 






Sumber Berita

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *