TIM jaksa penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) Kejaksaan Agung melakukan Tahap II berupa penyerahan dua tersangka dan barang bukti terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan dana dan investasi pada PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik (ASABRI). 

Mereka adalah Komisaris PT Hanson International Benny Tjokrosaputro dan Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Heru Hidayat yang sekaligus menjadi tersangka perorangan terakhir dilimpah ke jaksa penuntut umum.

“Penyidik JAM-Pidsus telah melakukan serah terima tanggung jawab dan barang bukti atas dua tersangka kepada jaksa penuntut umum pada Direktorat Penuntutan JAM-Pidsus dan Kejaksaan Negeri Jakarta Timur,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak melalui keterangan tertulis, Rabu (28/7).

Menurut Leonard, pelimpahan itu dilakukan di Lembaga Permasyarakatan Cipinang dan Rumah Tahanan Cipinang Jakarta Timur. Dalam penyidikan kasus ASABRI, keduanya tidak dilakukan penahanan karena berstatus terdakwa di perkara megakorupsi Asuransi Jiwasraya.

Menurut Leonard, ASABRI sejak 2012 sampai 2019 melakukan penempatan investasi dalam bentuk pembelian saham dan produk reksadana kepada beberapa pihak melalui sejumlah nomine yang terafiliasi dengan Benny dan Heru. Transaksi itu terjadi tanpa didasari analisis fundamental dan teknikal serta dibuat hanya secara formalitas.

Baca jugas : Kejaksaan Agung Tetapkan 10 Perusahaan Manajer Investasi Tersangka Kasus ASABRI

“Bahwa atas perbuatan tersebut telah mengakibatkan negara mengalami kerugian sebesar Rp22.788.566.482.083,00 yang ditempatkan pada saham dan reksadana secara tidak sesuai ketentuan dan belum kembali sampai dengan 31 Maret 2021,” terang Leonard.

Selama penyidikan berlangsung, terungkap pula bahwa keduanya melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Kejahatan itu dilakukan denganmenempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, menghibahkan, menitipkan, membawa ke luar negeri, mengubah bentuk, menukarkan dengan mata uang atau surat berharga atau perbuatan lain atas harta kekayaan yang diduga berasal dari korupsi ASABRI.

Keduanya disangkakan dengan Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 18 subsider Pasal 3 jo Pasal 18 UU Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 3 jo UU Pencegahan dan Pemberantasan TPPU jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP serta Pasal 4 UU Pencegahan dan Pemberantasan TPPU jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1.

Usai Tahap II tersebut, jaksa penuntut umum segera mempersiapkan surat dakwaan untuk kelengkapan pelimpahan kedua ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Jakarta Pusat. (OL-7)






Sumber Berita

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *