loading…

JAKARTALembaga Penjamin Simpanan (LPS) melaporkan total simpanan bank umum mengalami kenaikan sebesar Rp669,79 triliun (+10,79%) year-on-year. Hal ini didorong oleh kenaikan pada seluruh saldo simpanan.

Baca Juga: Heboh! 17 Juni, MNC Bank (BABP) Undi “Tabungan Dahsyat” Berhadiah e-Voucher Shopee Rp400 Juta!

Ketua LPS, Purbaya Sadewa mengatakan, tiering simpanan dengan saldo Rp5 miliar naik paling besar yaitu Rp 432,96 triliun (+14,68%) year-on-year.

“Apabila dibagi berdasarkan tier saldo simpanan, total simpanan Rp 2 miliar mengalami kenaikan sebesar Rp 212,58 triliun (+7,89%) year-on-year, serta total simpanan dengan saldo Rp 2 miliar juga mengalami kenaikan sebesar Rp 457,21 triliun (+13,02%) year-on-year,” kata Purbaya dalam video virtual, Senin (14/6/2021)

Dia menyebutkan, sektor korporasi seperti industri Otomotif, Perkayuan, Jasa Konstruksi, Tekstil, Properti, dan Telekomunikasi, mulai menggeser simpanannya dari Deposito ke Giro.

“Adanya pergeseran komposisi simpanan dalam bentuk giro ini menjadi salah satu indikator pemulihan ekonomi yang artinya, mereka siap untuk kembali melakukan ekspansi,” bebernya.

Baca Juga: Tabungan Orang Kaya di Atas Rp5 Miliar Penyumbang Terbesar, DPK Masih Tinggi di 2021

Selain itu, LPS memantau dalam kurung waktu tiga tahun terakhir data suku bunga simpanan perbankan terus menunjukkan penurunan. Adapun, penurunan suku bunga simpanan ini seiring dengan penurunan Tingkat Bunga Penjaminan LPS dan BI-7 Days Reverse Repo Rate.

“Dengan tren penurunan biaya dana perbankan ini diharapkan dapat membantu untuk terus menekan tingkat bunga kredit sehingga dapat lebih mendorong intermediasi perbankan. Sejak awal tahun ini hingga Mei 2021, LPS telah memangkas Tingkat Bunga Penjaminan sebesar 50 basis poin (bps), yang diikuti dengan penurunan rata-rata tingkat bunga Deposito 1 bulan dan 3 bulan sebesar 43 bps dan 44 bps,” tandasnya.

(akr)



Source link

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *