Jamin Standar Layanan, Profesi Pemasar Properti Harus Tersertifikasi
Jamin Standar Layanan, Profesi Pemasar Properti Harus Tersertifikasi

RumahCom – Untuk menjamin kualitas layanan maupun jasa dari setiap profesi, pemerintah mewajibkan semua profesi tersertifikasi termasuk pemasar maupun broker properti melalui BNSP. Sertifikasi ini juga berlaku untuk kawasan Asean sehingga dari Indonesia maupun negara Asean lain harus tersertifikasi sebelum memasarkan produk propertinya ke nagara manapun.

Pemerintah terus mengupayakan setiap profesi apapun memiliki sertifikasi untuk menjamin standarisasi pelayanan maupun jasa. Sertifikasi kompetensi untuk semua profesi ini dilakukan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) termasuk untuk sektor properti seperti tenaga pemasar, broker, maupun agen properti.

Karena itu BNSP terus melakukan sertifikasi personil unutk menjamin kompetensi tenaga kerja Indonesia yang memiliki daya saing. Untuk melaksanakan program sertifikasi ini, BNSP telah memberikan lisensi kepada 1.950 Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk melakukan uji kompetensi profesi.

Untuk uji kompetensi profesi pemasar, agen, atau broker properti, BNSP antara lain telah memberikan lisensi kepada LSP Area Indonesia. Menurut  Komisioner BNSP Muhammad Zubair, salah satu tugas BNSP adalah menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan terstandarisasi.

“Untuk itu kami terus menjalin koordinasi dan kerja sama dengan berbagai lembaga sertifikasi profesi untuk menguji calon tenaga kerja apakah dia kompeten atau tidak. Terkait dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), sertifikasi  profesi yang diberikan juga berlaku di pasar bebas Asean sehingga semua tenaga kerja yang ingin berkerja di negara Asean wajib mengantongi sertifikasi profesi yang dikeluarkan BNSP,” ujarnya.

Penerapannya, seorang agen propertiyang ingin bekerja di Malaysia atau di Singapura harus memiliki sertifikat dari Indonesia. Sebaliknya, tenaga asing yang ingin jadi agen properti di Indonesia juga bisa diberikan sertifikasi kompetensinya dari LSP Area.

Untuk sertifikasi agen properti ini sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) Perdagangan No. 51 Tahun 2017 tentang perusahaan peraturan perdagangan properti. Pasal 5 permen tersebut menyebutkan, tenaga pemasar properti harus memiliki sertifikat kompetensi perdagangan jasa properti.

“Jadi kehadiran LSP Area Indonesia ini menjawab Surat Keputusan Menteri Perdagangan No. 51 Tahu 2017 itu sekaligus mengukuhkan LSP Area sebagai tempatnya agen properti. Para pemasar dari perusahaan developer juga harus mendapatkan sertifikasi properti yang dilisensi dari BNSP,” imbuhnya.

Hingga saat ini, LSP Area telah melakukan assesmen untuk 130 agen dan pemasar properti baik secara offline maupun online. Sebanyak 87 orang telah dinyatakan kompeten dan sisanya belum kompeten dan bisa mengikuti assesmen untuk mendapatkan sertifikasi berikutnya.

Menggunakan agen properti untuk membantu proses pembelian rumah menjadi lebih lancar dan mudah, Lalu apa sih untungnya? nonton videonya berikut ini.

 

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah



Sumber Link

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *