loading…

JAKARTA – Realisasi investasi subsektor ketenagalistrikan hingga April 2021 tercatat mencapai USD1,82 miliar atau sekitar Rp25,5 triliun (kurs Rp14.000 per USD). Capaian tersebut lebih rendah dari target bulan April sebesar USD2,48 miliar.

Baca Juga: Digoyang Corona, Investasi Ketenagalistrikan Jeblok

Capaian realisasi investasi tersebut terdiri dari investasi PLN sebesar USD1,28 miliar dan IPP sebesar USD0,54 miliar. Adapun target investasi subsektor ketenagalistrikan hingga akhir tahun 2021 sebesar USD9,9 miliar.

“Capaian USD1,82 miliar ini masih minim jika dibandingkan target total USD9,19 miliar di tahun 2021. Tapi kita masih punya waktu ke depannya untuk menggenjot agar subsektor ketenagalistrikan bisa berkontribusi terhadap pencapaian investasi secara nasional,” ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana dalam konferensi pers, Jumat (4/6/2021).

Menurut Rida, pandemi Covid-19 masih berdampak pada realisasi investasi subsektor ketenagalistrikan. Adanya pembatasan masuk tenaga kerja asing dan juga peralatan material menyebabkan pekerjaan konstruksi mengalami keterlambatan.

Baca Juga: Dubes Arab Saudi Kirim Surat ke DPR Soal Haji, Begini Isinya

Di sisi lain, penurunan kemampuan pendanaan PLN akibat penurunan penjualan tenaga listrik dari pelanggan nonsubsidi, terutama industri dan bisnis, menyebabkan BUMN kelistrikan itu berpotensi mengalami kesulitan memenuhi pendanaan yang dibutuhkan. “Ini akan selalu kita pantau dan koordinasikan dengan semua pihak untuk meningkatkan realisasi investasi,” kata Rida.

(fai)



Source link

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *