JAKARTA, iNews.id – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, menyampaikan pembentukan subholding pertamina bukan untuk menjual aset negara. 

Pernyataan itu, disampaikan Erick Thohir, saat menjelaskan tentang sidang terkait Pertamina di Mahkamah Konstitusi (MK), dalam Rapat Kerja (raker) bersama Komisi VI DPR, di Jakarta, Jumat (4/6/2021). 

Menteri BUMN menjelaskan, pada Kamis (3/6/2021), pihaknya telah menghadiri Sidang MK soal Pertamina. Dalam sidang tersebut, Erick Thohir memaparkan tentang rencana pembentukan subholding Pertamina dan dampak positifnya. 

“Kemarin saya menghadiri sidang MK, tapi di situ saya paparkan bahwa memang dengan adanya subholding yang ada di Pertamina sudah ada impact yang sangat baik,” ujar Erick Thohir, dalam raker bersama Komisi VI DPR, Jumat (4/6/2021).

Menurut dia, dampak positif dari berdirinya subholding Pertamina terutama pada sektor bisnis PT Pertamina (Persero) baik hulu maupun hilir. Itu sebabnya, dibentuknya subholding Pertamina jangan diartikan sebagai upaya menjual aset negara.  

“Saya sangat confident, saya sampaikan ke sidang MK, kita ini bukan menjual aset bangsa, tapi justru mensinergikan aset bangsa supaya lebih kuat,” kata Erick Thohir. 

Dia mengungkapkan, sejumlah manfaat dari Subholding Pertamina diantaranya, ditemukannya sumber cadangan minyak dan gas bumi (migas) baru untuk meningkatkan produksi migas nasional.

Menteri BUMN memaparkan upaya mencari sumur-sumur baru di wilayah lain yang diyakini menyimpan cadangan migas yang cukup banyak. Upaya itu juga dilakukan oleh negara-negara maju lainnya. 

Nantinya PLN dan Pertamina akan dibagi wilayah kerjanya antara produsen listrik dan perdagangan Migas. Sedangkan sektor yang paling awal dibidik untuk produksi listrik dengan energi terbarukan melalui tenaga panas bumi atau geothermal.

“Yang namanya geothermal ketika kita sinergikan itu akan lebih efisien, apalagi kita akan menggunakan EBT,” tutur Erick Thohir.

Dia menambahkan, upaya peralihan menggunakan energi ramah lingkungan akan dilakukan secara bertahap dalam beberapa tahun mendatang. 

Editor : Jeanny Aipassa





Sumber Berita

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *