HOLDING erusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pariwisata dan pendukung meluncurkan dua institut baru, yakni Indonesia Aviaton & Tourism Research Institute (IATRI) dan Indonesia Aviation & Tourism Learning Institute (IATLI), Jumat (28/5).

Kedua institut tersebut didirikan sebagai pusat kajian serta pelatihan ilmu dan kompetensi (Centre of Excellence/CoE) bagi karyawan di 9 BUMN klaster sektor pariwisata dan pendukung.

BUMN tersebut adalah PT Angkasa Pura II (AP II), PT Survai Udara Penas, PT Angkasa Pura I, PT Garuda Indonesia, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia, PT Hotel Indonesia Natour, PT Sarinah, Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI/AirNav Indonesia), dan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko.

Sekretaris Kementerian BUMN Susyanto menuturkan keberadaan IATRI dan IATLI untuk mendukung peningkatan daya saing Indonesia, khususnya di bidang pariwisata.

“Tujuan jangka pendek adalah membangkitkan pariwisata menjadi sumber devisa, yang saat ini terdampak pandemi. IATRI dan IATLI akan mewujudkan hospitality khas nusantara untuk mendorong pariwisata Indonesia,” ujar Susianto dalam keterangannya yang dikutip Minggu (30/5).

President Director AP II Muhammad Awaluddin sekaligus Ketua Koordinator BUMN Center of Excellence Klaster Pariwisata dan Pendukung menuturkan, pembentukan kedua institut ini berdasarkan Surat Edaran Menteri BUMN No. SE-1/MBU/02/2021 sebagai dasar pelaksanaan Transformasi fungsi Learning Center/Corporate University, Research Center, dan Innovation Center BUMN.

“Transformasi tersebut untuk mencapai lima prioritas yang ditetapkan Kementerian BUMN yaitu Nilai Ekonomi dan Sosial, Inovasi Model Bisnis, Kepemimpinan Teknologi, Peningkatan Investasi dan Pengembangan Talenta,” jelas Awaluddin.

Adapun AP II ditunjuk menjadi koordinator untuk IATRI, sementara Garuda Indonesia koordinator untuk IATLI. Awaluddin menambahkan, pendirian IATRI dan IATLI diharapkan dapat meningkatkan level kompetitif Indonesia terkait inovasi, keahlian, pasar, tenaga kerja dan lain sebagainya.

IATRI sendiri akan menjalankan fungsi bridging (menjembatani), connecting (menghubungkan) dan accelerating (memacu) antara bidang penelitian dengan operasional di lapangan. Sementara itu, IATLI akan membangun kompetensi serta kapabilitas SDM melalui pembentukan empat sekolah, yaitu aviation school, hospitality school, airport personnel operation school dan tourism business school. (OL-8)

 






Sumber Berita

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *