JAKARTA, iNews.id – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) buka suara soal kabar BUMN penerbangan itu mulai mengembalikan pesawat kepada penyewa atau lessor lebih awal dari tanggal jatuh tempo. Menurut manajemen Garuda, hal ini dilakukan sebagai bagian dari pemulihan kinerja perusahaan. 
 
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, sejalan dengan upaya intensif pemulihan kinerja usaha, Garuda tengah melakukan percepatan pengembalian lebih awal armada yang belum jatuh tempo masa sewanya. Misalnya, dengan mengembalikan dua armada B737-800 NG kepada salah satu lessor pesawat. 

Percepatan pengembalian tersebut dilakukan setelah adanya kesepakatan bersama antara Garuda Indonesia dan lessor pesawat, di mana salah satu syarat pengembalian pesawat adalah dengan melakukan perubahan kode registrasi pesawat terkait.

“Percepatan pengembalian armada yang belum jatuh tempo masa sewanya, merupakan bagian dari langkah strategis Garuda Indonesia dalam mengoptimalisasikan produktivitas armada dengan mempercepat jangka waktu sewa pesawat,” kata Irfan dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (11/6/2021).

Dia menambahkan, hal ini merupakan langkah penting yang perlu dilakukan maskapai pelat merah tersebut di tengah tekanan kinerja usaha imbas pandemi Covid-19. Adapun fokus utama Garuda saat ini adalah penyesuaian terhadap proyeksi kebutuhan pasar di era kenormalan baru.

“Saat ini, kami juga terus menjalin komunikasi bersama lessor pesawat lainnya, tentunya dengan mengedepankan aspek legalitas dan compliance yang berlaku,” ucap Irfan.

Seperti diketahui, Garuda Indonesia memangkas jumlah pesawat yang dioperasikan selama pandemi Covid-19 menjadi hanya 53 unit. Hal ini disesuaikan dengan kondisi market dan permintaan layanan penerbangan.

Berkaitan dengan diberlakukannya kebijakan pembatasan pergerakan masyarakat, perseroan melakukan penyesuaian atau pengurangan freskuensi penerbangan hingga optimalisasi penggunaan armada untuk rute padat penumpang. 

Adapun jumlah armada yang dioperasikan selama pandemi berkurang. Jumlah pesawat yang dioperasikan untuk mendukung operasional perusahaan hanya 53 pesawat dari total 142 pesawat. Dari total pesawat tersebut, 136 merupakan pesawat sewa, dan enam pesawat milik sendiri. 

Editor : Jujuk Ernawati





Sumber Berita

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *