JAKARTA, iNews.id – PT Garuda Indonesia Tbk saat ini dalam kondisi krisis keuangan. Bahkan, perusahaan penerbangan pelat merah itu berpotensi gulung tikar jika program restrukturisasi gagal dilakukan.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, restrukturisasi keuangan Garuda Indonesia gagal jika kreditur dan lessor perusahaan penerbangan pelat merah itu tidak menyetujui skema yang ditawarkan pemegang saham mayoritas. 

“Memang ada risiko kalau proses restrukturisasi ini kemudian kreditur tidak menyetujui atau akhirnya banyak tuntutan-tuntutan legal terhadap Garuda Indonesia bisa terjadi tidak mencapai kuorum dan akhirnya bisa jadi menuju kebangkrutan. Ini yang kita hindari,” kata Tiko, sapaan akrab Kartika dalam Rapat Kerja bersama DPR, Kamis (3/6/2021). 

Kementerian BUMN mencatat, upaya restrukturisasi setidaknya membutuhkan waktu selama 270 hari dengan proses hukum yang panjang dan melelahkan. Selain itu, prosesnya juga akan dilakukan lembaga keuangan global. Pasalnya, kreditur Garuda berasal dari investor dan perbankan global. 

“Apabila Garuda bisa melakukan restrukturisasi secara massal dengan seluruh lessor dan pemegang sukuk serta melakukan cost reduction, harapannya cost itu menurun 50 persen atau lebih, Garuda bisa survive pasca restrukturisasi,” tuturnya.

Editor : Jujuk Ernawati





Sumber Berita

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *