Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Satgas Penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Harun Al Rasyid meminta Presiden RI Joko Widodo untuk ikut andil dalam persoalan terkait dinonaktifkannya 75 pegawai KPK yang tak lulus asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) untuk alih status menjadi ASN.

Harun sendiri juga merupakan satu dari 75 pegawai KPK yang dinyatakan tak lulus TWK dan telah dinonaktifkan oleh pimpinan KPK melalui Surat Keputusan Nomor 652.

Pegawai yang pernah menyandang sebagai Raja OTT dari Ketua KPK Firli Bahuri ini menyatakan, kalau selama SK tersebut dikeluarkan oleh pimpinan KPK, dirinya sudah tidak lagi melakukan pekerjaan di lembaga antirasuah itu.

Namun, kata dia upah yang diterima dirinya masih diberikan dalam satu bulan terakhirnya resmi dinonaktifkan.

“Harapan kami ke depan agar Presiden Jokowi sesuai dengan amanat UU, bisa mengambil alih persoalan ini, karena sudah hampir sebulan kami tidak melakukan pekerjaan apapun sementara kami tetap digaji besar oleh negara,” kata Harun kepada awak media saat ditemui awak media di Kantor Komnas HAM RI, Jakarta, Rabu (2/6/2021).

Baca juga: Harun Al Rasyid: Pengungkapan OTT Koruptor Tertunda Imbas Dinonaktifkannya 75 Pegawai KPK

Sebagaimana diketahui, hari ini, Harun Al Rasyid memenuhi panggilan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk keperluan pemeriksaan terkait polemik TWK untuk alih status pegawai KPK menjadi ASN.

Pantauan Tribunnews.com di lokasi, Harun hadir sekira pukul 14.00 WIB dengan menggunakan kemeja bewarna putih dan jas berwarna hitam.

Saat hadir di kantor Komnas HAM RI yang berlokasi di Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, Harun langsung bergegas menemui awak media.

Harun mengatakan, kehadiran dirinya mewakili 75 pegawai KPK yang dinyatakan tidak lulus asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) menjadi ASN ini untuk meminta bantuan kepada Komnas HAM agar dapat mengembalikan haknya sebagai pegawai KPK.





Sumber Berita

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *