KASUS tersangka dugaan suap pergantian antarwaktu anggota DPR periode 2019-2024 yang melibatkan Komisioner KPU Wahyu Setiawan yakni Harun Masiku disebut-sebut masih berada di indonesia. Sejak ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK sudah 500 hari Harun Masiku menghilang.

Politikus dan anggota DPR dari Partai Demokrat Irwan Fecho menilai diperlukan kemauan politik yang kuat dari pemerintah khususnya partai penguasa yakni PDI Perjuangan (PDIP) untuk bisa menangkap Harun Masiku. Komitmen partai penguasa sangat mempengaruhi proses penegakkan hukum yang adil.

“Masak sekarang sampai 500 hari, Harun Masiku belum ketemu? Kemauan politik partai yang berkuasa sangat krusial untuk menegakkan hukum dengan adil,” ungkap Irwan dalam keterangannya yang diterima oleh Media Indonesia, Minggu (30/5).

Oleh karena itu, Irwan menyarankan agar PDIP khususnya Sekretaris Jenderal (Sekjen) Hasto Kristianto untuk fokus menyelesaikan kasus-kasus korupsi yang membelit partainya secara internal. Irwan justru mengkritisi langkah Hasto yang malah sibuk mengurusi partai lain terutama Demokrat.

“Ketimbang cawe-cawe ngurusi partai lain, Mas Hasto lebih baik bantu Pemerintah dan KPK temukan Harun Masiku,” ungkapnya.

Menurut Irwan, nama Hasto disebut-sebut terlibat dalam kasus suap PAW yang melibatkan Harun Masiku sebagai pihak penyuap. Dalam persidangan, pengacara PDI-P Donny Tri Istiqomah menyebut Hasto mengetahui upaya pergantian ini. Terdakwa pemberi suap, Saeful Bahri, diketahui sebelumnya menjadi staf Hasto.Mantan komisioner KPU Wahyu Setiawan yang menjadi terdakwa dalam kasus suap itu juga berjanji membuka keterlibatan Hasto.

“Tidak perlulah bawa-bawa nama partai lain untuk mengalihkan perhatian. Sebagai Sekjen, mas Hasto harusnya membantu Presiden Jokowi maupun Ketua Umum Ibu Megawati untuk menyelesaikan masalah yang menggerogoti dukungan wong cilik PDI-P ini,” ujar Irwan. (OL-8)

 






Sumber Berita

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *