VIVA – Kebijakan penetapan harga gas untuk tujuh industri sebesar US$6 per Million British Thermal Unit (MMBTU) telah dilakukan lebih dari satu tahun. Kondisi tersebut dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian. 

Wakil Komite Tetap Industri Hulu dan Petrokimia Kadin Indonesia, Achmad Widjaja mengatakan sudah lebih dari setahun harga gas US$6 per MMBTU. Tapi, tujuh industri itu belum lakukan inovasi, meningkatkan daya saing dan beri multiplier effect seperti yang diharapkan. 

“Ini sudah setahun, apa yang dikerjakan, mana hasilnya. Kita harus ekspansi, kalau enggak kita balik lagi jalani bisnis as usual,” ujar Achmad kepada media, dikutip Kamis 10 Juni 2021. 

Diketahui, kebijakan harga gas sebesar US$6 per MMBTU tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 40 Tahun 2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi. 

Perpres tersebut kemudian diturunkan dalam Permen ESDM Nomor 8 Tahun 2020 tentang Cara Penetapan Pengguna dan Harga Gas Bumi Tertentu di Bidang Industri. Adapun aturan teknisnya dituangkan dalam Kepmen ESDM Nomor 89 K/10/MEM/2020 tentang Pengguna dan Harga Gas Bumi Tertentu di Bidang Industri. 



Sumber Berita

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *