Laporan wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pengadilan Tipikor Jakarta kembali menggelar sidang lanjutan dugaan suap pengadaan Bansos Covid-19 Jabodetabek tahun 2020 dengan terdakwa pejabat Kemensos Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono, Rabu (2/6/2021).

Dalam sidang, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan saksi Nuzulia Hamzah selaku broker perusahaan penggarap proyek Bansos, PT Tigapilar Agro Utama.

Nuzulia menceritakan proses penyerahan uang Rp 800 juta dari Dirut PT Tigapilar Agro Utama, Ardian Iskandar Maddanatja untuk Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemensos, Matheus Joko Santoso.

Adapun uang Rp 800 juta itu adalah fee dari PT Tigapilar karena perusahaan tersebut mendapat jatah kuota Bansos Covid-19 tahap 10.

Dalam kesaksiannya, ia mengaku pernah diperintah Ardian menyerahkan fee tersebut kepada Matheus Joko.

Baca juga: Usai KPK OTT Anak Buah, Juliari Minta Pejabat Kemensos Tak Seret Namanya ke Pusaran Korupsi Bansos

Tapi, ia sempat takut menyerahkan uang tersebut.

“Pada saat saya telepon Pak Ardian, Pak Ardian bilang, ‘Ibu aja yang nyerahin. Harus hari ini, kalau nggak nanti salah lagi. Takut invoicenya telat dibayar lagi’. Terus saya nggak berani untuk menyerahkan itu,” kata Nuzulia.

“Saya takut pak. Ya takut salah nyerahin uang itu,” sambung dia.

Handy Rezangka yang saat itu berada di kediaman Nuzulia kemudian menawarkan untuk mengantarkan uang tersebut kepada Kemensos.





Sumber Berita

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *