PARA pemimpin NATO, Senin (14/6), berjanji bekerja sama melawan tantangan sistemik yang ditimbulkan oleh kebijakan agresif Tiongkok.

Ketika Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memperbarui hubungan Transatlantik Washington pada KTT pertamanya dengan sekutu Barat, para pemimpin mengeluarkan sebuah pernyataan.

Tindakan Tiongkok yang semakin tegas dalam membangun persenjataan nuklir dan kemampuan antariksa dan perang siber, kata mereka, mengancam tatanan internasional.

Baca juga: Gedung Putih Dukung Pencabutan Otorisasi Penggunaan Militer Irak

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan sekutu akan berusaha bekerja sama dengan Tiongkok dalam masalah global seperti perubahan iklim, seperti yang diinginkan ibu kota Eropa.

Namun, dalam anggukan kekhawatiran Washington yang berkembang, dia memperingatkan, “Pengaruh Tiongkok yang semakin besar dan kebijakan internasional menghadirkan tantangan bagi keamanan Aliansi”.

“Para pemimpin sepakat kita perlu mengatasi tantangan seperti itu bersama sebagai aliansi dan bahwa kita perlu terlibat dengan Tiongkok untuk mempertahankan kepentingan keamanan kita,” katanya.

“Kami khawatir dengan kebijakan koersif Tiongkok,” katanya yang menyebut perluasan persenjataan nuklir Beijing.

Dalam komunike KTT itu, para pemimpin juga memperingatkan Presiden Rusia Vladimir Putin, yang akan ditemui Biden pada Rabu (16/6) di Jenewa, bahwa tidak akan ada pengembalian cepat ke bisnis seperti biasa.

Pembangunan militer Rusia dan perilaku provokatif di perbatasan timur NATO semakin mengancam keamanan kawasan Euro-Atlantik dan berkontribusi pada ketidakstabilan di sepanjang perbatasan NATO dan sekitarnya.

Stoltenberg menyambut apa yang dia katakan sebagai komitmen kuat Biden kepada NATO. Sesampainya di markas NATO di Brussels untuk pertemuan puncak dengan 29 rekannya, Biden menekankan aliansi itu sangat penting bagi keamanan AS.

“Saya pikir ada pengakuan yang berkembang selama beberapa tahun terakhir bahwa kita memiliki tantangan baru,” kata Biden kepada Stoltenberg pada pembicaraan bilateral tepat sebelum KTT utama.

“Kami memiliki Rusia yang tidak bertindak dengan cara yang konsisten dengan apa yang kami harapkan, serta Tiongkok,” katanya. “Saya ingin memperjelas: NATO sangat penting bagi kepentingan AS di dalam dan dari dirinya sendiri. Jika tidak ada, kita harus menciptakannya,” katanya. (AFP/OL-1)






Sumber Berita

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *