BI: Sektor Properti Digas Pol
BI: Sektor Properti Digas Pol

RumahCom – Banyaknya sektor terkait yang akan ikut berkembang saat bisnis properti maju membuat pemerintah fokus pada sektor riil ini. Bank Indonesia (BI) ikut mendukung perbaikan di sektor properti dengan merelaksasi LTV dan lainnya yang membuat sektor ini terus didorong supaya terus meningkatkan transaksinya.

Ada banyak indikator positif untuk perekonomian setelah terpuruk akibat dampak pandemi Covid-19. Bahkan untuk sektor riil seperti bisnis properti di dalamnya, tanda-tanda pemulihan yang terjadi di pasar lebih baik lagi dan hal ini diharapkan bisa terus mendorong semakin positifnya perekonomian nasional.

Pandemi yang telah berlangsung lebih dari satu tahun dan telah dimulainya program vaksin secara global, membuat pasar menjadi lebih konfiden dan beberapa sektor perekonomian terus menunjukan tanda-tanda pemulihan yang semakin progresif. Hal itu juga dipaparkan oleh Bank Indonesia (BI) dalam acara AskGuru Webinar Review Property Market Q1 2021 di Tengah Upaya Kebangkitan Ekonomi Nasional yang diselenggarakan oleh Rumah.com

Menurut Asisten Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Dhaha P. Kuantan, secara umum negara-negara yang telah melakukan program vaksin seperti di Indonesia relatif lebih baik pemulihan perekonomiannya dan karena itu berbagai risiko perlu terus dicermati khususnya terkait efektivitas vaksin, distribusi, mutasi virus, hingga berbagai mitigasinya.

“Kita bisa lihat sektor riil telah mulai pulih malah beberapa perusahaan telah memiliki likuiditas yang tinggi dan itu juga tercermin dari belanja konsumsi rumah tangga yang juga terus membaik. Sektor perbankan juga memiliki profitabilitas terjaga bahkan likuiditas melimpah dan saat ini ada masalah di intermediasi yang harus dikelola supaya likuiditas melimpah ini bisa berperan maksimal,” ujarnya.

Cek lima langkah mudah mengurus balik nama sertifikat rumah lewat video berikut ini.

Sektor riil dengan berbagai perusahaan telah menunjukan angka penjualan yang terus bergerak normal. Likuiditas ini juga termasuk kemampuan membayar berbagai kewajiban yang terjaga saat situasi ekonomi berat ditambah level belanja  rumah tangga yang sudah cukup membaik untuk segmen middle hingga lower yang juga terus menunjukan perbaikan.

Untuk sektor properti, Dhaha menyebut situasinya seperti industri otomotif yang terus beranjak normal dengan berbagai indikator yang ada. Pemerintah juga sangat menyadari tren perbaikan untuk sektor properti dengan terus memberikan berbagai insentif karena sektor ini memiliki industri ikutan yang besar mencapai 174 industri.

Banyaknya industri  ikutan properti ini menjadikan sektor ini dijadikan pendorong yang memiliki backward-forward linked untuk terus mendorong perbaikan perekonomian nasional. Properti juga menyerap tenaga kerja sangat besar mencapai lebih dari 30 juta tenaga kerja.

Bahkan, sektor properti untuk segmen lower sekalipun tetap memiliki daya dorong yang baik untuk perekonomian nasional. Hal ini kembali ke berbagai sektor lain yang menjadi ikutannya. Properti yang meningkat akan membuat pabrik semen meningkatkan kapasitas produksinya belum sektor lainnya. Karena itu sangat jelas kalau pemerintah sangat fokus untuk perbaikan sektor ini.

“Itu termasuk BI yang juga fokus untuk terus mendorong sektor ini maju seperti kebijakan loan to value (LTV) hingga berbagai kemudahan untuk pembiayaan produk properti indent. Bank yang memiliki syarat khusus untuk menyalurkan depe nol persen juga dibuat kriteria khusus untuk memudahkan masyarakat membeli properti. Jadi ini istilahnya kita sudah gas pol  untuk kemajuan sektor properti,”  tandasnya.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah



Sumber Link

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *