Bank Tanah Operasional Tahun Ini, Akan Atur Harga Hingga Kontrol Penguasaan
Bank Tanah Operasional Tahun Ini, Akan Atur Harga Hingga Kontrol Penguasaan

RumahCom- Bank tanah dipastikan akan mulai operasional pada tahun ini setelah Perpres sebagai payung hukum dikeluarkan. Ada berbagai peran vital dari bank tanah mulai dari menyediakan tanah untuk program pembangunan infrastruktur, perumahan, dan lainnya hingga menjamin keadilan ekonomi bagi seluruh masyarakat.

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menargetkan lembaga bank tanah (landbank) akan beroperasi pada tahun ini juga. Menurut Direktur Penilaian Tanah dan Ekonomi Pertanahan Kementerian ATR/BPN Perdananto Ariwibowo, keberadaan bank tanah ini tinggal menunggu peraturan presiden (Perpres) untuk mengatur lebih teknis operasional lembaga ini.

“Bank Tanah ini merupakan amanat dari  UU No. 11 Tahun 2020 mengenai Cipta Kerja (UUCK) dan harus ada Perpres sebagai payung hukumnya. Jadi proses pembentukan bank tanah tinggal menunggu itu saja dan nantinya bank tanah ini untuk menjamin ketersediaan tanah dalam rangka ekonomi berkeadilan, kepentingan umum, sosial, pembangunan, pemerataan ekonomi, konsolidasi tanah, hingga reforma agraria,” ujarnya.

Latar belakang pembentukan bank tanah, jelas Perdananto, salah satunya untuk menyelesaikan berbagai macam permasalahan pertanahan yang kerap terjadi di Indonesia. Misalnya, disparitas harga tanah yang tinggi, ketersediaan tanah, tidak terkendalinya alih fungsi, dan sebagainya.

Berbagai permasalahan pertanahan ini secara de facto pemerintah tidak bisa mengendalikan karena sifatnya hanya sebagai land administrator dan belum ada peran eksekutor. Karena itu  keberadaan bank tanah diharapkan pemerintah bisa memiliki cadangan tanah yang startegis sehigga bisa mengontrol penguasaan tanah.

Fungsi lain yang akan dihadirkan dari bank tanah yaitu sebagai land keeper atau penghimpun tanah. Pemerintah akan menginventarisasi dan mengembangkan basis data, administrasi, hingga sistem informasi pertanahan. Kemudian sebagai land warrantee atau pengaman tanah di mana bank tanah akan berupaya mengamankan penyediaan, peruntukan, dan pemanfataan tanah sesuai rencana tata ruang serta menjamin efisiensi pasar tanah.

Hal lainnya lagi sebagai land purchaser atau pengendali tanah. Bank tanah akan berperan dalam pengendalian penguasaan dan penggunaan tanah sesuai aturan yang berlaku. Bank tanah juga sebagai land valuer atau penilai tanah untuk menunjang penetapan nilai tanah yang baku, adil, dan wajib untuk berbagai keperluan.

Fungsi lain bank tanah yaitu sebagai land distributor atau penyalur tanah untuk menjamin distribusi tanah yang wajar dan adil berdasarkan nilai tanah, mengamankan perencanaan, penyediaan, dan distribusi tanah. Terakhir, bank tanah sebagai land manager atau pengelola tanah dengan melakukan manajemen pertanahan, melakukan analisis, penetapan strategi, dan pengelolaan implementasi berkaitan pertanahan.

“Nantinya perolehan tanah yang akan dikelola bank tanah berasal dari tanah hasil penetapan pemerintah seperti tanah terlantar, tanah bekas hak, tanah pelepasan kawasan hutan, tanah timbul, serta tanah reklamasi. Juga dari tanah titipan, tanah pemerintah pusat-daerah, tanah BUMN-BUMD, tanah hibah, tanah tukar menukar, serta tanah jual-beli,” jelas Perdananto.

Banyak lika liku yang dihadapi saat membeli rumah namun tetap bisa terwujudkan. Simak cerita para pencari rumah di video singkat berikut ini.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah



Sumber Link

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *