RumahCom – Berbagai regulasi dan stimulus untuk sektor properti telah dirasakan secara langsung dampak positifnya. Untuk itu kalangan perbankan juga mendorong pemerintah untuk melanjutkan stimulus pembebasan PPN seperti dikemukakan oleh Bank CIMB Niaga.

Kalangan perbankan juga berharap pemerintah memperpanjang dan memperluas cakupan stimulus insentif pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) 10 persen untuk produk siap huni atau ready stock seharga maksimal Rp2 miliar dan diskon PPN 50 persen untuk produk seharga maksimal Rp5 miliar.

Stimulus yang sangat baik untuk meningkatkan penjualan produk properti ini diharapkan bisa diperpanjang jangka waktunya dari akhir Agustus 2021 menjadi akhir tahun ini. Begitu juga dengan insentif yang diberikan diperluas bukan sekadar produk ready stock tapi juga untuk produk indent.

Menurut Mortgage and Secured Loan Business Head Bank CIMB Niaga Heintje Mogi, program insentif PPN ini sangat baik tapi akan lebih baik lagi bila diperluas dan diperpanjang jangka waktunya sehingga developer bisa menyiapkan produknya dengan lebih baik dibandingkan saat ini yang jangka waktunya sangat pendek.

“Usulan ini tentunya sangat baik dan mestinya asosiasi  perusahaan pengembang seperti Real Estat Indonesia (REI) juga mengusulkan ini sehingga dampak stimulus ini bisa lebih luas. Ini juga untuk terus mengungkit daya ungkit sektor properti bagi perekonomian nasional dengan berbagai stimulus yang diberikan sebelumnya,” ujarnya.

Inilah kebijakan pemerintah yang akan bantu masyarakat agar punya rumah. Selengkapnya nonton yuk di video berikut ini.

Pemerintah telah menjadikan sektor properti sebagai lokomotif ekonomi dengan adanya 170-an industri turunan sehingga sektor ini diharapkan bisa mendorong daya ungkit perekonomian nasional yang terpuruk karena pandemi Covid-19. Berbagai stimulus untuk sektor properti yang lain seperti pemberlakuan batasan kredit atau loan to value (LTV) yang memungkinkan hingga 100 persen sehingga produk properti bisa dibeli tanpa uang muka.

Sektor pembiayaan properti yang tercatat di Bank CIMB Niaga juga mencatatkan pertumbuhan yang cukup baik di tengah berbagai kendala akibat pandemi. Bank CIMB Niaga misalnya, selama kuartal pertama tahun ini berhasil menyalurkan KPR baru senilai Rp2,1 triliun

Hal ini membuat outstanding penyaluran KPR hingga bulan Maret 2021 mencapai Rp36,4 triliun. Capaian ini juga membuat pertumbuhan KPR Bank CIMB Niaga di atas rata-rata perbankan nasional sebesar tiga persen dan ini juga menandakan pembiayaan untuk produk properti masih bisa diandalkan saat situasi pandemi ini.

“Sektor properti dengan berbagai regulasi dan stimulus pemerintah cukup mampu membuat sektor padat modal ini bertahan. Kalau stimulus yang baik ini bisa terus dilanjutkan dampaknya bisa semakin besar baik untuk bisnis properti maupun perekonomian nasional,” katanya.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah



Sumber Link

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *