Asosiasi  Pengembang Dorong Pemerintah Tambah Enam Bulan Pemberlakuan Insentif PPN
Asosiasi Pengembang Dorong Pemerintah Tambah Enam Bulan Pemberlakuan Insentif PPN

RumahCom – Asosiasi pengembang Himperra mendorong pemerintah untuk memperpanjang stimulus pembebasan PPN hingga enam bulan ke depan. Hal ini untuk semakin memperbesar dampak ikutan dari stimulus ini sehingga bisa terus mendorong sektor properti dan peningkatan perekonomian nasional.

Banyak kalangan yang mengapresiasi insentif pemerintah terkait pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) 10 persen untuk produk properti siap huni (ready stock) seharga maksimal Rp2 miliar dan diskon PPN 50 persen untuk harga maksimal hingga Rp5 miliar. Insentif ini berlaku berbatas waktu hingga akhir Agustsu 2021.

Kebijakan ini telah mendorong peningkatan penjualan produk properti ready stock sehingga menggerakkan juga industri turunan properti lainnya seperti bahan bangunan, arsitektur, home appliances, dan sebagainya. Karena itu banyak kalangan yang mengusulkan kepada pemerintah untuk memperpanjang belied ini maupun memperluas cakupannya tidak hanya untuk produk ready stock tapi juga untuk produk indent.

Salah satu yang mendorong perpanjangan stimulus ini yaitu dari asosiasi perusahaan pengembang dari Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra). Menurut Ketua Umum Himperra Endang Kawidjaja, masa berlaku stimulus fiskal ini harus diperpanjang karena dampaknya yang sangat baik untuk mendorong sektor properti dan perekonomian nasioanal.

“Setidaknya insentif PPN ini diperpanjang selama enam bulan sehingga bisa memberikan kesempatan untuk kalangan developer memanfaatkan insentif ini. Karena untuk menyiapkan produk itu dibutuhkan waktu beberapa bulan sehingga yang menikmati stimulus ini hanya pengembang besar, harus dipikirikan dampak turunan terhadap 174 industri di  bawah properti kalau stimulus ini mau berdampak maksimal,” ujarnya.

Dengan diperpanjang setidaknya enam bulan dari masa akhir pemberlakuan belied ini pada Agustus 2021, setidaknya pengembang yang tengah membangun rumah maupun apartemen saat ini bisa mengejar progresnya untuk mendapatkan insentif tersebut. Artinya akan semakin banyak juga masyarakat yang dimudahkan untuk membeli produk properti yang lebih murah 10 persen.

Bahkan masyarakat bisa mendapatkan benefit yang lebih lagi dengan banyaknya berbagai kemudahan tambahan yang diberikan oleh pengembang, perbankan, hingga berbagai aturan dari pemerintah daerah setempat. Misalnya pembebasan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) yang merupakan kewenangan dari pemerintah daerah. Belum kemudahan pembatasan kredit atau loan to value (LTV) dari Bank Indonesia (BI) yang memungkinkan membeli properti dengan depe nol persen.

“Makanya kami mendorong insentif PPN ini diperpanjang setidaknya enam bulan lagi supaya semakin banyak pengembang dan masyarakat yang dimudahkan. Membeli properti itu banyak biaya-biaya ikutannya, dengan pembebasan PPN, free BPHTB, LTV, dan berbagai kemudahan lainnya itu bisa mendorong transaksi bisnis properti dan akhirnya meningkatkan juga perekonomian nasional,” beber Endang.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah



Sumber Link

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *