PENTAGON dan anggota kongres Partai Republik pada Selasa (27/7) mengungkapkan kekhawatiran baru tentang peningkatan kekuatan nuklir Tiongkok usai sebuah laporan baru mengatakan bahwa Beijing sedang membangun 110 silo rudal lagi.

Sebuah laporan Federasi Ilmuwan Amerika (AFS) pada Senin mengatakan gambar satelit menunjukkan Tiongkok sedang membangun ladang silo baru di dekat Hami di bagian timur wilayah Xinjiang.

Laporan itu muncul beberapa minggu setelah pembangunan sekitar 120 silo rudal di Yumen, daerah gurun sekitar 380 km di sebelah tenggara.

“Ini adalah kedua kalinya dalam dua bulan publik mengetahui apa yang telah kami katakan selama ini tentang meningkatnya ancaman yang dihadapi dunia dan tabir kerahasiaan yang mengelilinginya,” kata Komando Strategis AS dalam tweet yang ditautkan ke artikel New York Times di laporan AFS.

Pada awal Juli 2021, Departemen Luar Negeri AS menyebut pembangunan nuklir Tiongkok mengkhawatirkan dan mengatakan tampaknya Beijing menyimpang dari strategi nuklir puluhan tahun yang didasarkan pada pencegahan minimal.

Ia meminta Tiongkok untuk terlibat dengannya dalam langkah-langkah praktis untuk mengurangi risiko destabilisasi perlombaan senjata.

Anggota Kongres dari Partai Republik, Mike Turner, anggota peringkat Subkomite Angkatan Bersenjata DPR untuk Pasukan Strategis, mengatakan pembangunan nuklir Tiongkok belum pernah terjadi sebelumnya dan menjelaskan bahwa itu menyebarkan senjata nuklir untuk mengancam Amerika Serikat dan sekutunya.

Dia mengatakan penolakan Tiongkok untuk merundingkan kontrol senjata harus menjadi perhatian dan dikecam oleh semua negara yang bertanggung jawab.

Anggota Partai Republik lainnya, Mike Rogers, anggota peringkat Komite Angkatan Bersenjata DPR, mengatakan pembangunan Tiongkok menunjukkan perlunya memodernisasi penangkal nuklir AS dengan cepat.

Sebuah laporan Pentagon tahun 2020 memperkirakan persediaan hulu ledak nuklir Tiongkok di bawah 200-an dan mengatakan itu diproyeksikan setidaknya dua kali lipat ketika Beijing memperluas dan memodernisasi pasukannya.

Analis mengatakan Amerika Serikat memiliki sekitar 3.800 hulu ledak, dan menurut lembar fakta Departemen Luar Negeri AS, 1.357 hulu ledak nuklir di antaranya dikerahkan pada 1 Maret 2021.

Washington telah berulang kali meminta Tiongkok untuk bergabung dengannya dan Rusia dalam perjanjian kontrol senjata baru.

Laporan tentang silo baru datang ketika Wakil Menteri Luar Negeri AS Wendy Sherman akan mengadakan pembicaraan pengendalian senjata dengan Rusia di Jenewa pada hari Rabu.

Sherman berada di Tiongkok awal pekan ini untuk pembicaraan di mana Beijing menuduh Washington menciptakan musuh imajiner untuk mengalihkan perhatian dari masalah domestik dan menekan Tiongkok.

Beijing mengatakan persenjataannya dikerdilkan AS dan Rusia serta siap untuk melakukan dialog bilateral tentang keamanan strategis berdasarkan kesetaraan dan saling menghormati. (Aiw/CNA/OL-09)






Sumber Berita

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *