WAKIL Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional Arsjad Rasjid mendorong investor besar untuk bermitra dengan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah di daerah, khususnya di wilayah timur Indonesia

“Bagaimana upaya ini bisa memberikan peluang UMKM daerah utnuk bekerjasama dengan investor yang akan masuk,” kata Arsjad dalam dialog Shopee dan Kadin secara virtual, Senin (14/6).

Pelaku UMKM pun dituntut untuk berinovasi dalam memasarkan produk mereka. Hal ini diiringi dengan terobosan dari kebijakan pemerintah untuk membantu akses permodalan dan penjualan.

“Bagaimana nantinya investasi yang masuk ke Indonesia harus bisa partisipasi (bantu) UMKM dan harus make sure its fair trade (perdagangan adil),” tegas Calon Ketua Umum Kadin periode 2021-2026 itu.

Selain itu, Arsjad juga menyoroti pemanfaatan digitalisasi yang harus dioptimalkan UMKM dalam melakukan pemasaran produk. 

Baca juga : Mendag: Anggaran KUR UMKM tanpa Jaminan Capai Rp300 Triliun

“Digitalisasi dari barat dan timur saya rasa hampir merata lewat Palapa Ring. Yang mana penjualan (produk UMKM) tak hanya distribusi ke satu daerah, tapi juga harus global,” tandasnya.

“Jika maksimal, saya optimis kedepannya Indonesia Timur jadi sumber revenue (pendapatan) untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengajak investor untuk datang ke Indonesia dengan membawa teknologi dan modal. Sementara untuk perizinan dan lokasi industri, pihaknya menegaskan bahwa seluruhnya diurus oleh pemerintah.

“Silakan investor bawa teknologi, capital dan sebagian modal. Nanti izinnya, lokasi industrinya, biarlah negara yang ikut hadir mengurusnya. Ini sebuah kerja sama yang baik antara pelaku usaha dan pemerintah,” ungkap Bahlil dalam acara Indonesia Investment Forum secara virtual, Kamis (27/5). (OL-7)






Sumber Berita

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *