SIKLON tropis Seroja yang terjadi April lalu masih menyisakan banyak warga Nusa Tenggara Timur (NTT) tanpa tempat tinggal. Kondisi itu menggerakkan maestro musik klasik Ananda Sukarlan menggelar konser amal bertajuk NTT Adalah Kita. 

Uang hasil sumbangan publik dari konser tersebut akan digunakan untuk membantu proses rehabilitasi di NTT, termasuk membangun rumah mereka yang terdampak siklon Seroja. “Selain beramal untuk NTT, saya dari dulu juga adalah pengagum beberapa karya dari para seniman NTT. Misalnya, puisi-puisi almarhum Umbu Landung Paranggi, atau karya puisi dari Mario F. Lawi. Dari puisi-puisi mereka, saya buatkan komposisi musiknya,” kata Ananda, dalam konferensi pers virtual pada Rabu, (28/7).

Dalam konser amal tersebut,pianis dan komponis berusia 53 tahun itu akan menggandeng para musikus klasik, termasuk komponis asal Rote yang juga Sasandois Ganzerlana. Ganzerlana menyambut baik niat Ananda dan beberapa pihak untuk turut membantu pemulihan masyarakat di tanah asalnya yang terdampak siklon Seroja.

“Nanti saya akan membawakan satu dari karya sendiri, Lalean, artinya surga. Selain itu juga akan bawakan lagu aransemen lagu NTT. Tentu saya tidak bisa menolak ajakan ini. Karena banyak keluarga saya juga yang terkena seperti di Malaka yang sebelumnya ada bencana banjir. Saya lahir dan besar di NTT, sudah seharusnya ikut partisipasi dalam konser amal ini,” katanya dalam kesempatan sama dengan Ananda. “Ini sedikit upaya untuk mengurangi tetes air mata,” tambah Ganzerlana.

Dalam konser amal ini Ananda Sukarlan juga bekerja sama dengan Habitat for Humanity, organisasi nirlaba yang memang berfokus pada isu hunian. “Nantinya tim kami akan membangun rumah yang lebih ramah badai. Seperti misalnya di Filipina atau Fiji. Karena sejauh ini konstruksi rumah di Indonesia fokusnya lebih ke ramah gempa. Melihat dari beberapa bencana gempa yang berulang. Ini badai ketika sudah pernah lewat, akan lewat lagi. Jadi perlu konstruksi yang ramah badai. Mulai dari atap, pintu, dan jendela,” papar National Director Habitat for Humanity Indonesia, Susanto Samsudin.

Konser akan berlangsung pada 6 Agustus, dengan menargetkan pengumpulan dana RP7 miliar. Nantinya, publik bisa turut berkontribusi via platform dompet digital Dana, dan platform urun dana Kitabisa.com. (M-1)

 






Sumber Berita

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *