51.000 Unit Rumah Program Tapera Siap Didistribusikan
51.000 Unit Rumah Program Tapera Siap Didistribusikan

RumahCom – BP Tapera menggandeng Bank BTN dan Perumnas untuk akses perumahan kalangan ASN untuk program perdana Tapera bagi kalangan pekerja. Sebanyak 51 ribu unit rumah siap disalurkan sepanjang tahun ini dengan lokasi di Lampung, Garut, Bandung, Solo, dan lainnya.

Program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) telah mulai berjalan dan untuk tahap pertama ini diberlakukan kepada pekerja  aparatur sipil negara (ASN). Badan Pengelola (BP) Tapera menggandeng Bank BTN dan Perumnas yang menjadi rangkaian penyaluran untuk 51 ribu unit rumah bagi ASN hingga akhir tahun 2021 ini.

KPR Tapera yang disalurkan Bank BTN memiliki tiga skema penerapan bunga sesuai kelompok penghasilan. Untuk ASN dengan penghasilan di bawah Rp4 juta akan mendapatkan bunga KPR 5 persen dengan tenor 30 tahun. Untuk penghasilan Rp4 juta-Rp6 juta dikenakan bunga KPR 6 persen untuk tenor 20 tahun.

Sementara kelompok penghasilan Rp6 juta-Rp8 juta mendapatkan suku bunga KPR 7 persen juga dengan tenor 20 tahun. Menurut Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana Tapera Ariev Baginda Siregar, akad perdana yang dilakukan untuk kalangan ASN telah dilakukan untuk 200 orang yang akan terus bertambah secara bertahap.

“Jadi ini masih berupa proyek inisiasi dengan proyek perumahan di Lampung yang dikembangkan oleh Perumnas. Selanjutanya target BP Tapera yaitu wilayah lain di seluruh Indonesia dan nanti setelah Lampung ini akan dilakukan di Bogor, Solo, dan kota-kota lainnnya,” ujarnya.

Tujuan utama dan tugas besar BP Tapera memang menyalurkan pembiayaan perumahan dan harus dipastikan progam ini bisa dinikmati oleh peserta khususnya kalangan pekerja masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Akad kredit untuk perumahan di Lampung ini juga menjadi langkah awal untuk mewujudkan kalangan ASN memiliki rumah dan mendorong program pembangunan sejuta rumah.

Direktur Consumer and Commercial Lending Bank BTN Hirwandi Gafar mengatakan, Bank BTN ikut mendukung dan akan menyukseskan program BP Tapera khususnya untuk memberikan kemudahan pembiayaan perumahan bagi pesertanya dan ini juga yang terus menjadi komitmen Bank BTN.

“Dengan berkolaborasi bersama BP Tapera, peserta Tapera dari kalangan pekerja bisa menikmati bunga ringan sepanjang tenor kreditnya. Untuk bisa mengakses KPR Tapera Bank BTN, ini masyarakat harus memenuhi persyaratan seperti golongan penghasilan MBR, belum memiliki rumah, dan menjadi peserta aktif Tapera dengan iuran yang lancar selama 12 bulan terakhir,” katanya.

Harga rumah yang bisa dimiliki peserta Tapera mulai Rp112 juta hingga Rp292 juta. Hirwandi juga menghitung, bila 11 ribu unit rumah bagi peserta Tapera ini bisa disalurkan maka total pembiayaannya akan mencapai Rp1,7 triliun-Rp2 triliun. Bila target BP Tapera yang mencapai 51 ribu unit maka total penyalurannya bisa mencapai Rp7 triliun.

“Tentunya 51 ribu unit rumah ini akan melibatkan banyak kalangan pengembang sehingga industri ikutan di bawah sektor properti juga bisa bergerak dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Semoga akan semakin banyak lagi masyarakat yang terbantu pembiayaan rumahnya melalui skema Tapera,” imbuhnya.

Sementara itu Direktur Perumnas Tambok Setyawati mengapresiasi kontribusi berbagai pihak dalam sinergi ini. Sinergi antara Perumnas, Bank BTN, dan Perumnas ini bisa dilakukan secara maksimal dan berdampak besar bagi para penerima manfaat.

“Untuk akad perdana ini dilakukan di proyek Perumnas di Perumahan Samesta Pesawaran Residence sebanyak 233 unit. Untuk tahap pertama program Tapera ini Perumnas akan menyediakan sebanyak 7.000 unit di Lampung, Samesta Dramaga Bogor, Samesta Pasadana Bandung, Samesta Griya Martubung Medan, Samesta Jeruk Sawit Permai Solo, dan Samesta Griya Karangpawitan Garut,” bebernya.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah



Sumber Link

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *